menu
search

Inovasi Pelayanan Publik, Angkat "CAK eMus" Wali Kota Risma Bangun Mainset Wirausahawan

Sabtu, 13 Juli 2019 : 06.15
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2019/ humas kemenpanrb
Jakarta – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengungkapkan inovasi pelayanan publik yang dikenal dengan nama CAngKrukan entrepreneur MUda Surabaya (CAK eMUS) ingin membangun jiwa entrepreneurship kewirausahaan di kalangan anak muda.

Kota Surabaya turut hadir dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2019 dengan membawakan inovasi CAngKrukan entrepreneur MUda Surabaya (CAK eMUS) yang diwujudkan dengan adanya co-working space bernama Koridor.

Inovasi ini menciptakan ekosistem yang memberdayakan para kreator, inovator, dan entrepreneur lokal untuk menciptakan inovasi yang mampu bersaing di tingkat global. Inovasi yang dibawakan perempuan yang disapa Risma ini, memiliki tujuan memberdayakan anak muda di Surabaya dengan fasilitas dan akses yang mumpuni.

Kurangnya lapangan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi anak muda di Surabaya menjadi permasalahan yang mendorong dibuatnya koridor ini. Kesulitan yang dihadapi Risma adalah mengubah pola pikir pencari kerja menjadi wirausahawan.

“Mindset awal mereka bekerja, kita harus mengajarkan mereka wirausaha. Ternyata dengan contoh beberapa yang sudah berhasil mudah sekali menarik yang lainnya,” terang Risma saat mempresentasikan di depan tim juri Kementerian PAN RB di Jakarta, Jumat 12 Juli 2019.

Risma berharap dengan hadirnya inovasi CAK eMUS, anak muda di Surabaya bisa berwirausaha dengan memanfaatkan kemudahan teknologi dalam industri 4.0.

“Harapan saya mungkin ini bisa untuk anak-anak Surabaya yang lain tergerak, bisa jadi wiraswasta baru karena ruang bukan jadi suatu batasan lagi. Semua bisa ditempuh dalam industri 4.0 ini,” imbuhnya.

Usai inovasi dari Kota Surabaya, empat inovasi diperkenalkan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yakni Banyuwangi Festival, Banyuwangi Mall, Calon Harapan Insan Penghuni Surga - Prioritas Melayani dan Solusi Nasib Keluarga Miskin (CHIPs, PRIMADONA KAMI), dan Memuliakan Lansia Miskin Terlantar Sebatangkara (Rantang Kasih).

Inovasi dalam presentasi dan wawancara Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2019 hari ke-9 didominasi oleh inovasi pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan, pendidikan, hingga pemanfaatan potensi daerah.

Pemerintah Kota Palembang, Pemerintah Kota Surabaya, Pemerintah Kota Malang, dan Pemerintah Kota Mojokerjo masing-masing membawakan satu inovasi. Sementara sebanyak empat inovasi dibawakan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua