Hadapi Kondisi Darurat, BASARNAS Bali Bangun Sinergitas Bersama Potensi SAR

Senin, 15 Juli 2019 : 12.38
Direktur Operasi SAR BASARNAS Brigjen TNI (Mar) Budi Purnama usai membuka Rakor di Kuta didampingi Kepala BASARNAS Bali Hari Adi Purno dan Kalaksa BPBD Bali I Made Rentin.
Denpasar - Guna meningkatkan fungsi koordinasi dan membangun sinergitas dalam penanganan bencana atau kondisi darurat yang membahayakan keselamatan manusia BASARNAS Bali mengumpulkan semua potensi SAR.

Pertemuan dalam bentuk Rapat Koordinasi (Rakor) SAR Provinsi Bali digelar di Kuta, Badung, Selasa (15/07/2019)

Hadir dalam Rakor sekaligus membuka acara, Direktur Operasi SAR BASARNAS Brigjen TNI (Mar) Budi Purnama didampingi Kepala BASARNAS Bali Hari Adi Purnomo dan Kalaksa BPBD Bali I Made Rentin.

Dalam arahannya, Brigjen Budi menegaskan, pemerintah hadir ketika rakyatnya mengalami kondisi yang darurat.

"Kita hadir bersama-sama, tidak cukup hanya BASARNAS, melaksanakan rescue, jadi teman-teman di daerah, instansi lain, TNI, Polri, BPBD, semua teman-teman sukarelawan rescue hadir bersama-sama," tegas Budi.

Hal itulah, yang selalu didengungkan oleh pemerintah pusat, yakni sinergitas antara semua lembaga, seluruh masyarakat yang merupakan potensi SAR. Budi menggarisbawahi bahwa selama ini, sinergitas seperti koordinasi antara SAR dan potensi SAR lainnya baik di tingkat pusat maupun daerah tidak ada masalah.

Sinergi dan koordinasi yang dilakukan semua diikat oleh Undang-Undang seperti saat menghadapi kondisi darurat seperti kecelakaan transportasi, bencan dan kondisi yang membahayakan manusia.

"Maka kita semua hadir bersama-sama di tengah kesulitan-kesulitan itu, tidak ada kesulitan, yang saya sampaikan tadi kesulitan menyangkut sistem peralatan kita untuk mendeteksi keberadaan korban di laut," tuturnya.

Harusnya, sistem pendeteksian itu dipasang di kapal-kapal diatas 30 GT, sehingga apabila kondisi darurat dinyalakan, maka alat tersebut akan memancar sinar marabahaya yang akan ditangkap satelit dan akan tergambar di pusat kendali BASARNAS di Jakarta.

"Untuk diketahui di mana posisi kapal itu di laut, itu yang biasanya kesulitan kita," katanya menjelaskan.

Sementara dalam Rakor mengangkat tema "Melalui Rapat Koondinasi Kita Tingkatkan Profesionalisme, Sinergitas dan Militansi dalam memberikan pelayanan SAR Khususnya Kondisi membahayakan Manusia di Wilayah Perairan Pantai di Bali".

Kepala BASARNAS Bali Hari Adi Purnomo mengatakan, pihaknya selaku perpanjang tangan BASARNAS, wajib melaksanakan tugas SAR 24 jam, oeprasi SAR dan pembinaan potensi SAR.

"Keseluruhan tugas pokok dan fungsi itu, harus didukung adanya kerja sama dan koordinasi yang baik antara seluruh potensi SAR," ujar Hari dalam siaran persnya.

Dengan mengedepankan sinergitas menjadi hal penting demi mendukung kelancaran pelaksanaan tugas kemanusiaan, khususnya dalam bidang pencarian dan pertolongan (Search and Rescue). (rhm)

Rekomendasi