Gubernur Koster Promosikan Sejumlah Pejabat yang Lama "Parkir" Jadi Staf

Senin, 01 Juli 2019 : 12.28
Gubernur Bali I Wayan Koster menmpromosikan sejumlah pejabat yang lama parkir menjadi staf atau berada di eselon bawah
Denpasar - Lima orang pejabat yang lama diparkir di eselon dibawahnya atau menjadi staf ahli mendapat promosi Gubernur Bali Wayan Koster untuk menduduki sejumlah jabatan penting.

Bahkan, saat memimpin apel disiplin, Koster memanggil sejumlah pejabat yang dipromosikan itu untuk maju ke depan di Halaman Kantor Gubernur Bali di Denpasar, Senin (1/7/2019).

Di depan jajarannya, Koster menegaskan komitmen, untuk mengedepankan objektivitas dalam pengisian jabatan di lingkungan Pemprov Bali. Beberapa indikator menjadi acuan dalam promosi dan mutasi pegawai adalah masa kerja, kepangkatan, kinerja, kompetensi, profesionalitas, integritas dan track record.

Prinsip dan sikap objektivitas Gubernur Koster telah ditunjukkannya pada pengisian 91 jabatan administrator (Eselon III) dan 187 jabatan pengawas (Eselon IV) yang telah dilantik pada Kamis 27 Juni lalu.

Kata dia, dalam proses pengisian jabatan, ia benar-benar detail mempelajari data pegawai yang diajukan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah pegawai dengan masa kerja panjang berpangkat tinggi, tapi lama mandeg di posisi staf atau eselon lebih bawah. Kemudian, di sela apel disiplin, Koster sempat memanggil sejumlah nama pegawai yang baru memperoleh promosi.

Para pegawai yang dipanggil yakni Ni Made Ayu Hariwati saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Pembinaan dan Advokasi Pengadaan Barang/Jasa pada Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Provinsi Bali.

Kemudian Ir Ekapria Dharana Kubontubuh MSi, Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Provinsi Bali, dan Ida Ayu Gede Widari Sukerti Kepala Bidang Perluasan Kesempatan Kerja dan Transmigrasi pada Dinas Tenaga Kerja dan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Bali.

Selain itu, Koster juga memanggil dua pejabat eselon IV yaitu I Nyoman Kenyem Subagia, sebagai Kepala Seksi Pengembangan dan Mutu UPTD Balai Laboratorium Kesehatan pada Dinas Kesehatan Provinsi Bali, serta I Ketut Merta Kepala Seksi Fasilitasi Pelayanan Dasar pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Bali.

Lima pejabat yang namanya dipanggil ke depan, satu persatu diajak naik ke podium untuk menyampaikan kesan dan pesan. Mereka kompak menyampaikan terima kasih kepada Koster, karena akhirnya memperoleh kesempatan promosi, setelah cukup lama mandeg di posisi staf atau eselon lebih bawah.

Kata Koster, mereka adalah contoh pegawai berpangkat tinggi, punya masa kerja panjang dengan latar belakang pendidikan bagus, namun lama mandeg di jabatan lebih bawah atau bahkan tetap menjadi staf.

Fakta itu, menunjukkan ada yang tidak beres dalam manajemen kepegawaian di lingkungan Pemprov Bali.

"Saya bersama Pak Wagub, Sekda, Kepala BKD dan inspektur akan merapikan ini dengan sebuah upaya yang lebih drastis," ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali.

Dengan pembenahan yang dilakukan, ia berharap ke depan postur birokrasi Pemprov Bali akan lebih ideal dalam mengawal pelaksanaan visi 'Nangun Sat Kerthi Loka Bali'.

"Manajemen kepegawaian harus dikelola dengan lebih baik. Penempatan pegawai hendaknya disesuaikan dengan pendidikan dan keahlian," katanya menambahkan.

Dia juga mengingatkan para pejabat yang baru dilantik mampu bekerja dengan baik karena rapot mereka akan dinilai. “Bangun kerja sama untuk tingkatkan kualitas layanan. Produktivitasnya akan diukur dengan output,” ujarnya, menandaskan. (rhm)

Rekomendasi