menu
search

Gerakan Sosial #KurangiResiko Ramai Diperbincangkan di Media Sosial

Senin, 22 Juli 2019 : 17.33
Kegiatan bersih-bersih di Pantai Sindhu Sanur Denpasar membersihkan sampah plastik dan puntung rokok
Denpasar – Dunia maya seperti media sosial, Twitter ramai membincangkan aksi aksi bersih-bersih sampah dan puntung rokok di pantai melalui gerakan sosial #Kurangi Resiko yang digagas Komunitas Malu Dong.

Kegiatan dilakukan di Pantai Sindhu, Sanur, pada Ahad lalu, 20 Juli 2019, berhasil menembus posisi empat pada daftar trending topic di linimasa. Sebagaimana cuitan pemilik akun @commaditya, Putu Aditya, dia mengatakan permasalahan sampah di Bali sudah menjadi sorotan serius. Karena itu, dia sangat mendukung gerakan #KurangiResiko ini.

"Mengingat Bali sudah sering disorot untuk masalah sampah, menurut saya, kita harus mulai berpartisipasi menjaga kebersihan Bali. Semua dari sendiri dulu, minimal dengan membuang sampah pada tempatnya seperti gerakan sosial #KurangiResiko yang baru,” cuitnya.

Dukungan senada disampaikan @agungwyogo. Dalam cuitannya, Agung mengajak masyarakat menjaga lingkungan supaya bersih, nyaman, aman.

"#KurangiResiko pencemaran lingkungan dengan cara mengurangi penggunaan plastik, buang sampah pada tempatnya, atau kalau tempat sampahnya jauh dikantongi dulu gitu. Nanti kalau ketemu tempat sampah baru buang! Oke gaes??,” tulis Agung Wiyogo.

Kegiatan bersih-bersih di Pantai Sindhu Sanur Denpasar ini melibatkan 100 orang peserta. Para peserta tidak hanya berasal dari Komunitas Malu Dong, tapi juga dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Denpasar, aktivis lingkungan, dan komunitas yang peduli terhadap masalah lingkungan.

Tidak hanya aksi bersih-bersih pantai, Komunitas Malu Dong juga melakukan penempatan 10 asbak besar untuk mengurangi masalah sampah puntung rokok. Aksi ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan yang dilakukan pada 26 Mei lalu di Pantai Mertasari.

Menurut pendiri Komunitas Malu Dong, Komang Bemo Sudiarto, kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat di Bali dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Upaya seperti sosialisasi dan penyadaran untuk mengurangi sampah seperti puntung rokok di pantai cukup efektif. Sejauh ini orang-orang sudah mulai,” kata Sudiarta kepada wartawan di sela-sela acara akhir pekan kemarin.

Dalam kesempatan sama, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar, I Ketut Adi Wiguna, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Komunitas Malu Dong.

Kata Adi, kegiatan ini mendorong perubahan perilaku masyarakat di Bali dalam menjaga kebersihan. “Setidaknya mulai ada peningkatan kesadaran tidak membuang sampah sembarangan. Sudah ada aturan ditentukan pemerintah di mana tempatnya,” sambungnya.

Menurut Adi, sampah puntung rokok, meneruskan, akan berdampak besar terhadap lingkungan di Bali. Dia pun berharap Komunitas Malu Dong terus melanjutkan kegiatan positif ini di tempat-tempat lainnya.

“Adanya pemasangan asbak besar ini bisa menyelamatkan pantai dari sampah puntung rokok. Semoga ini bisa diteruskan ke Lapangan Lumintang, seperti yang sudah dilakukan di Pantai Sindhu dan Mertasari,” imbuhnya.

Gerakan sosial ini sejalan dengan program berkelanjutan Sampoerna, yakni “Sampoerna untuk Indonesia”, dalam meningkatkan kesadaran perokok dan masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua