menu
search

Dua Komposer Muda Bali Sajikan Harmonisasi Komposisi Musikal

Selasa, 23 Juli 2019 : 07.19
Gianyar -  Dua komposer muda I Gede Yogi Sukawiadnyana (22) dan Ni Nyoman Srayamurtikanti (23) tampil memukau di Program Komponis Kini 2019 A Tribute to Wayan Beratha #3, di Bentara Budaya Bali (BBB) Minggu 21 Juli 2019.

Masing-masing memilih pendekatan dan medium eksplorasi yang berbeda dalam merespon secara kreatif karya-karya klasik maupun semangat penciptaan maestro gamelan I Wayan Beratha.

Srayamurtikanti akrab disapa Srayatampil bersama Sanggar Smara Murti, membawakan komposisi berjudul S.o.S atau Shape of The Shape.

Mengeksplorasi perangkat pemade Gender Wayang dan gangsa Semarandana, ia menyuguhkan komposisi musikal yang harmonis. Musisi terdiri dari Kadek Candy Cintya Dewi, Ni Made Ayu Anggita dan Gusti Ayu Mingguwati.

Sraya mengungkapkan, komposisi ciptaannya ini berangkat dari ide kotak reaksi misteri, merujuk pada konsep Reaksi yang muncul tanpa terduga akibat Aksi. 

Karya ini terwujud karena adanya dorongan internal dari diri saya untuk merespon secara kreatif kegelisahan-kegelisahan yang saya rasakan,  ungkapnya.

Sementara itu, Yogi Sukawiadnyana menyentak publik dengan komposisi yang bersifat sebaliknya. Karyanya yang berjudul Aku dan Aku yang Lain menghadirkan suara-suara yang chaotic melalui alat musik Jegogan.

Berbeda dari perangkat Jegogan umumnya, alat musik bambu ini telah dimodifikasi oleh sang komposer dan suara-suara yang dihasilkan sengaja didistorsi sedemikian rupa.

Sebagaimana judulnya, karya saya ini berangkat dari ide transformasi fenomena kepribadian disosiatif atau kepribadian ganda.

Jadi saya sengaja menghadirkan suara-suara yang mungkin bisa dibilang mengganggu pendengar,  kata Yogi.

Kedua komposer muda ini juga secara sadar menjadikan spirit atau semangat penciptaan Wayan Beratha yang terbuka pada unsur-unsur baru sebagai referensi dan sumber ilham dalam berkarya.

Sebagaimana seri terdahulu, selain menampilkan pertunjukan New Music for Gamelan, acara juga diperkaya dengan pemutaran video proses cipta dan timbang pandang atau dialog bersama para komposer bersangkutan sebagai sebentuk pertanggungjawaban penciptaan.

Baik Sraya maupun Yogi telah menekuni gamelan sedini remaja dan menempuh pendidikan di ISI Denpasar, bahkan sama-sama pernah mengikuti program Asean Mobility for Student (AIMS) di University of Malaya (Malaysia).

Hanya saja,, kesamaan pengalaman tersebut tidak sendirinya menghasilkan karya yang serupa, justru masing-masing mengedepankan satu ragam komposisi yang otentik, berciri pribadi, sekaligus bercita rasa kontemporer sebagai paduan atau komposisi bunyi yang bersifat universal.

Persentuhan Yogi Sukawiadnyana dengan gamelan Bali telah dimulai sejak ia duduk di bangku SD. Ketika SMP, ia telah diundang tampil di Jepang bersama sanggar seni Kumara Widya Swara untuk mengikuti Hiroshima Flower Festival (2009), serta misi kebudayaan pada tahun 2010 dan 2011.

Dia mulai belajar membuat komposisi di kelas XII SMA N 1 Negara, dikompetisikan pada Jembrana Festival dan Pesta Kesenian Bali. Sementara Ni Nyoman Srayamurtikanti mengambil jurusan Karawitan di SMK Negeri 3 Sukawati, Gianyar, kemudian lebih mendalaminya di Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar.

A Tribute to Wayan Beratha

Komponis Kini dihadirkan berseri setiap bulannya, digagas Bentara Budaya Bali bersama tiga komposer yang konsisten memperjuangkan New Music for Gamelan; I Wayan Gde Yudane, Wayan Sudirana dan Dewa Alit. Bertujuan untuk menciptakan atmosfer berkesenian bagi seniman-seniman gamelan di Bali dan di tanah air, dengan mengedepankan upaya-upaya penciptaan baru (new gamelan).

Tajuk Komponis Kini kali ini, A Tribute to Wayan Beratha, dipilih tidak lain sebagai sebuah penghargaan dan penghormatan mendalam kepada maestro gamelan yang karya-karyanya terbilang immortal.

Upaya pencarian dan penemuan diri I Wayan Beratha itulah yang diharapkan menjadi  semangat program Komponis Kini di Bentara Budaya Bali, sekaligus sebuah ajang bagi komponis-komponis new gamelan untuk mengekspresikan capaian-capaian terkininya yang mencerminkan kesungguhan pencarian kreatifnya. (riz)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua