menu
search

Diserbu Ribuan Pendaftar, SMA Dwijendra Tampung 432 Peserta Didik

Jumat, 05 Juli 2019 : 07.05
Kepala SMA Dwijendra Denpasar i Made Oka Antara
Denpasar - Banyaknya calon siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri akibat sistem zonasi kawasan membuat SMA swasta kebanjiran pendaftar seperti terjadi di SMA Dwijendra Denpasar yang kewalahan melayani ribuan siswa padahal quota sekolah tersebut sebanyak 432 peserta didik baru.

Kepala Sekolah SMA Dwijendra I Made Oka Antara mengungkapan, pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 ini, pihaknya diberikan quota menampung 432 dengan 12 rombongan belajar.

Oka menjelaskan, pihak sekolah swasta juga berkewajiban menampung anak-anak yang tidak terjangkau oleh jarak zonasinya.

Karena itu, ketika anak anak sejak awal mengtahui kemudian berfikir bahwa mereka tidal mungkin terjangkau zonasi untuk quota SMA Negeri, maka pilihannya adalah mendaftar di sekolah swasta.

"Apalagi, setelah melakukan pendaftaran divalidasi melalui aplikasi, posisinya kelihatan mereka dan jumlah yang ditampung, begitu khawatir dengan posisinya maka supaya tidak ribet dengan urusan di anak-anak, maka harus mendaftar di swasta, kami juga tidak tega melihat itu," ucap Oka ditemui, Kamis 4 Juli 2019.

Karena itu, setelah menjadi pilihan anak-anak dan orang tuanya, agar tidak wira-wiri dan menjadi beban, makanya setelah menyatakan diri, sudah tidak terjangkau jarak zonasi, supaya aman dan tidak was-was tidak mendapat sekolah, akhirnya mereka mendaftar di swasta.

Diantara pendaftar di sekolahnya, mereka yang berada di luar zonasi seperti Nusa Penida, Klungkung namun tetap ingin bersekolah di Denpasar dan tidak mugkin bersaing dengan siswa lainnya karena jarak zonasi.

Dari para pendaftar, NEM siswa diketahui ada yang 36, 37 bahkan 37,5. Artinya, rata-rata NEM siswa yang mendaftar di SMA Dwijendra diatas 30 an. Tentunya, dengan nilai NEM juga tinggi sementara dari sisi jarak mereka tidak tertampung di sekolah negeri, hal itu menjadi tantangan tersendiri.

"Maka mau tidak mau, swasta harus meningkatkan kualitas SDM dan prasaraa, supaya tidak mengecewakan orang tua peserta didik minimal sama memberikan pelayaanan sekulah negeri," Sambung Oka.

Dalam kaitan itu, pihaknya pada 26 juni lalu membuat workshop diikuti guru, dengan tema assetmen, perangkat organisasi agar mereka nantinya bisa siap memberikan pelayanan terbaik.

Meski dibanjiri calon peserta didik baru sekira 1200, pihaknya tetap menjalankan sesuai daya tampung dan quota yang ditetapkan. Pihaknya tidak mungkin melakukan dobel seat apalagi untuk full day school.

Hal itu dilakukan demi memberikan pelayanan supaya bisa lebih maksimal dan bagus

Oka menambahkan, sekolahnya semakin mendapat kepercayaan masyarakat. Apalagi, sekira 50 persen lebih, alumni SMA Dwijendra dapat diterima di sekolah negeri Bali dan Luar Bali seperti di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bali, Unair, Undip bahkan di ITB Bandung. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua