menu
search

Difitnah Terafiliasi Gerakan Radikal, ACT Tunjukkan Aksi Nyata 

Rabu, 24 Juli 2019 : 06.26
Salah satu aksi nyata ACT menyalurkan bantuan ke daerah yang membutuhkan bantuan kemanusiaan/ist
Jakarta - Vice President Aksi Cepat Tanggap Ibnu Khajar menyesalkan adanya informasi tidak akurat beredar di publik yang memfitnah lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) terafiliasi dengan gerakan radikal dan ilegal di Indonesia.

"Informasi itu tidak benar dan dapat menyesatkan masyarakat," tegas Ibnu dalam siaran persnya, Selasa 23 Juli 2019.

Ibnu menjelaskan, ACT adalah lembaga kemanusiaan yang menjunjung transparansi dalam penyaluran donasi yang kami dapat dari berbagai mitra, dan tersertifikasi oleh pemerintah.

"Kami menyalurkan bantuan ke tempat - tempat yang membutuhkan dukungan kemanusiaan seperti Lombok, Palu, Mentawai, Selat Sunda, Sentani (lokasi bencana di Indonesia), dan berbagai lokasi lainnya," sambungnya.

Donasi dari mitra - mitra disalurkan untuk Pendidikan Tepian Negeri dalam bentuk program pendidikan di Indonesia Timur, khususnya di pulau - pulau terpencil (Tepian Negeri).

Bantuan yang disalurkan kepada masyarakat khususnya anak-anak usia sekolah diantaranya, sarana sekolah (pembangunan ruang kelas, perlengkapan belajar kelas/moubeler), perlengkapan belajar siswa, seragam sekolah hingga beasiswa dan bantuan operasional guru.

Bentuk bantuan program bervariasi disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah. Pihaknya menghimbau, masyarakat untuk tidak mempercayai dan turut menyebarkan berita hoax yang disebarkan melalui jejaring media sosial dan WhatsApp Group ini.

“Prinsip dasarnya adalah kita berbuat kebaikan dengan apa yang ada. ACT mengajak masyarakat untuk peduli, tetap memberikan bantuan kepada yang membutuhkan sampai fitnah itu tidak terbukti,” Ibnu menegaskan.

Sejalan dengan hal tersebut, Ibnu juga memberikan pernyataan terhadap isu tidak akurat yang beredar. “Kita paham bahwa setiap kebaikan selalu ada pihak yang tidak menyukai karena beberap alasan. Cara yang mereka yang lakukan adalah menebarkan fitnah," tukasnya.

Untuk itu, cara memenangkannya adalah dengan berkarya. Dia berharap kepada semua mitra untuk terus mengajak semua masyarakat untuk menebar kepedulian.

Selain Bukalapak, ACT berkolaborasi dengan lebih dari 400 mitra perusahaan, organisasi, komunitas dan media seperti: Bank BRI, Bank Indonesia, Pertamina, Astra, Garuda Indonesia, Tokopedia, Indofood, HERO, Kompas, Antara, Detik, Metro TV, TVOne, DAAITV, dan lain lain.

Lihat selengkapnya di link: https://act.id/mitra. "Bersama mitra - mitra kami, ACT akan terus berjalan membantu saudara yang kesusahan di pelosok Indonesia hingga penjuru dunia atas nama kemanusiaan," demikian Ibnu. (riz)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua