menu
search

Bulog dan Kemensos Mestinya Bangun Sinergi Kucurkan Bantuan Pangan Non-Tunai

Kamis, 04 Juli 2019 : 23.44
Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi/dok
Jakarta - Dalam penyaluran Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) mestinya Bulog dan Kemensos membangun sinergi yang kuat guna menjamin efektivitas dan kualitas besar yang baik.

Saat ini, terjadi sengkarut antara Perum Bulog dengan Kemensos, terkait implementasi pelaksanaan program BPNT Kemensos dengan Perum Bulog.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengungkapkan, jika pemerintah konsisten dengan era digital ekonomi maka BPNT adalah sebuah kenisyaaan yang tak mungkin dihindari.

"Bahkan merupakan instrumen yang efektif," tegas Tulus dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/7/2019). Selain itu, BPNT merupakan program yang akuntabel dan transparan, sejalan dengan upaya memberantas praktif koruptif dan kolutif.

Dari sisi konsumen, jelas merupakan dimensi kuat untuk perlindungan konsumen. Pasalnya, konsumen punya hak untuk memilih bantuan pangan dengan kualitas yang baik dan dengan harga yang terjangkau.

BPNT hal yang sangat relevan dengan penjaminan hak-hak konsumen sebagaimana mandat UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Seharusnya Bulog bersinergi dengan program BPNT karena efektif untuk menjamin orang miskin untuk mendapatkan beras dengan kualitas yang baik.

"Kami meminta seharusnya pemerintah mengedepankan kepentingan publik yang lebih luas," demikian Tulus. (riz)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua