BI: Bisnis Properti Residensial di Bali Alami Pertumbuhan

Kamis, 18 Juli 2019 : 08.12
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana
Denpasar - Bisnis properti di Bali yang bebarapa tahun mengalami stagnasi namun memasuki triwulan pertama dan kedua tahun ini mulai menunjukkan pertumbuhan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana mengungkapkan, berdasar survei yang dilakukan KPWi Bali, menunjukkan sektor properti residensial tumbuh melandai.

"Memang dari hasil survei kami, di triwulan I dan II, khususnya properti residensial tumbuh agak melandai," ujar Iman saat penyampaian perkembangan properti di Hyyat Regency Sanur, Denpasar, Rabu (18/7/2019) malam.

Kata Iman, ada pertumbuhan sektor properti khususnya residensial namun belum signifikan atau tidak terlalu besar. Kondisi itu disebabkan karena banyak faktor seperti terbatasnya lahan di perkotaan, sehingga membuat melandainya harga di properti.

Meski demikian, Iman mengakui seiring dengan situasi secara nasional yang mempengaruhi seperti seiring telah diumumkannya hasil Pemilu Legislatif dan Pilpres, hal itu membawa optimistisme terutama pada triwulan ketiga.

"Mudah-mudahan tantangan di triwulan pertama dan dua, tidak terjadi lagi di triwulan ketiga dan seterusnya sehingga begitu triwulan ketiga langsung tumbuh," harap Iman yang segara mengakhiri tugas di Bali untuk segera menjadi Kepala BI Perwakilan Wilayah Tokyo, Jepang.

Kemudian, dari sisi pembiayaan, sektor properti memang masih banyak yang menggunakan dana perbankan. Survei berikutnya adalah properti komersial di mana diketahui dari sisi supply bertambah terutama sektor pariwisata.

Sementara tantangan terjadi saat triwulan pertama dan kedua seperti harga tiket yang tinggi serta tren turunnya wisatawan asal Tiongkok sehingga menyebabkan, seolah-olah hunian menurun.

Karena itulah, Iman mengharapkan dalam menghadapi tantangan tersebut kalangan industri pariwisata di Bali agar berbenah.

"Bagaimana meningkatkan daya tarik pariwisata Bali ini lebih gencar lagi, terutama bagaimana meningkatkan atraksi, meningkatkan promosi sehingga tingkat hunian hotel lebih baik lagi," demikian Iman didampingi Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Teguh Setiadi. (rhm)

Rekomendasi