Bedo Dorong Member dan UMKM Manfaatkan Sampah Hingga Miliki Nilai Tambah

Selasa, 23 Juli 2019 : 00.15
Talk Show digelar Bedo tentang sampah kemasan di laut Bali
Badung - Business Export & Development Organization (Bedo) terus mendorong anggota atau member dan pelaku UMKM agar bisa memanfaatkan limbah sampah untuk diolah sehingga bisa memiliki nilai tambah bagi berbagai produk seperti fashion hingga kerajinan.

Dalam upaya meningkatkan kapasitas, pemahaman para member dan UMKM, Bedo menggelar serangkaian kegiatan seperti talk show Tentang Sampah Kemasan di Lautan Bali.

Selain itu, acara ini diisi fashion show dengan tema Upcycli, kemudian workshop Upcycling dan presentasi peserta Olah Limbah Kreasi atau Olikasi, dan ada juga pameran produk UKMbinaan Bedo dan Sampoerna Untuk Indonesia.

Ketua Panitia yang merupakan perwakilan Bedo, Ami Zijta mengungkapkan, kegiatan pada intinya memberi inspirasi kepada anggota dan UMKM, agar bisa membantu upaya pemerintah dalam mengurangi sampah plastik sekali pakai.

Harus diakui, para pelaku usaha itu juga telah memberi kontribusi bagi tumpukan sampah sehingga diharapkan muncul kesadaran untuk mulai mengurangi penggunaan plastik.

Dalam kampanye ini juga diselipkan berbagai acara seperti talk showtentang Sampah Kemasan di Lautan Bali. Turut hadir, sekaligus membuka acara Ketua Dekranasda Bali, Ni Putu Putri Suastini, PHDI dan juga XSProject.

"Kami mengundang member Bedo dan UKM untuk datang dan bisa sharing bagaimana cara mengurangi sampah plastik berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 97 Tahun 2018," ujar Ami Zijta ditemui di Alila Seminyak, Bali, Senin (22/7/2019).

Gubernur Bali Wayan Koster telah mengumumkan larangan penggunaan kantong plastik, styrofoam dan sedotan plastik.

Larangan tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 97 Tahun 2018 untuk menekan sampah plastik, yang diharapkan bisa mencapai 70 persen dalam satu tahun mendatang. Upaya ini tentu saja tidak dapat berhasil tanpa dukungan warga Bali secara umum.

Sebagai komitmen terhadap lingkungan dan dukungan terhadap Pergub Bali, re-Bedo didukung oleh partner Bedo yang memiliki visi sama tentang Circular Revolution, seperti Alila Seminyak, Sampoerna, dan berbagai pihaknya lainnya mengajak sesama usahawan, produsen dan desainer yang berdomisili di Bali untuk kampanye dan bertukar pikiran dalam usaha mengurangi sampah, khususnya plastik dan sisa produksi lainnya

Pihaknya berharap nantinya lahir satu sinergi untuk membuat sebuah perbedaan besar dengan mengintegrasikan strategi circular economy, seperti upcycling, daur ulang dan prinsip nol sampah ke dalam desain dan proses.

Tujuannyauntuk mendorong peserta untuk melihat sampah industri sebagai bahan yang bernilai, yang dapat digunakan untuk menciptakan sebuah produk baru dan sekaligus belajar mengenai manfaat melakukan transisi kepada proses yang berprinsip bebas limbah.

"Goals-nya adalah kita (member Bedo dan UKM, red) bisa melakukan sesuatu dari bisnis untuk mengurangi sampah," katanya menegaskan. Upcycling sendiri merupakan sebuah proses mengubah bahan bekas atau bahan sisa menjadi produk yang lebih berguna.

Dalam kesempatan itu, Ketua Dekranasda Bali Putri Koster menyampaikan rasa bangga akan kepedulian terhadap lingkungan dalam hal ini upaya pengurangan sampah plastik sekali pakai.

"Saya kagum karena ini penggeraknya rata-rata anak-anak muda, diri mereka sedang melakukan untuk masa depan " tuturnya. Untuk itu, harus ada aksi nyata dimulai dari sendiri, sekarang terhadap hal-hal kecil namun memberi manfaat yang besar bagi lingkungan dan masa depan.

Putri menambahkan, program atau sasaran dari kegiatan yang dilakukan adalah masyarakat dan itu tidak bisa juga lepas dari peran Tim Penggerak PKK yang ada di pusat hingga daerah.

Pihaknya mengapresiasi terhadap apa yang dilakukan Bedo, yang mendorong anggota dan UMKM, untuk memanfaatkan barang yang sudah kadaluwarsa maupun sampah sehingga bisa menjadi barang yang memiliki nilai tambah.

"Disitulah kreativitas yang dimiliki para pelaku UMKM, bagaimana mereka bisa membangun kemandirian memumbuhkan kreativitas," tutup Putri yang dikenal memiliki talenta seniman serba bisa itu. (rhm)

Rekomendasi