menu
search

Annual Hotelier Summit Indonesia 2019 di Bali, Bahas Tren Industri Pariwisata

Kamis, 11 Juli 2019 : 21.15
Badung - Dalam upaya memberikan edukasi kepada praktisi, investor serta seluruh insan pariwisata akan pentingnya mengetahui trend industri pariwisata saat ini Global Hospitality Expert (GHE) menyelenggarakan 1st Annual Hotelier Summit Indonesia 2019.

Pertemuan digelar di Hotel Soverign Bali SOVEREIGN Bali selama 2 hari pada 12-13 Juli 2019. Menurut ketua penyelenggara, I Made Ramia Adnyana, di tahun 2019 ini Annual Hotelier Summit Indonesia 2019 dilaksanakan di Bali sebagai embrio agenda tahunan ke depannya.

"Ke depannya akan dilaksanakan secara bergilir di berbagai kota besar di Indonesia untuk pemerataan dan menjadi gerakan nasional akan pentingnya pemahaman industri pariwisata sebagai bentuk perekonomian yang berbasis kerakyatan," tutur Ramia dalam keterangan resminya, Kamis (11/7/2019).

Pihaknya menyajikan 9 seminar dalam 2 hari ini dengan menghadirkan 18 narasumber berkompeten di bidangnya.

Peserta sudah mencapai 618 orang dalam keseluruhan acara tersebut, dan pihaknya optimis event ini akan bisa berlanjut terus kedepannya karena manfaat bagi industri dan insan pariwisata sangat besar.

Hebatnya lagi, ajang ini merupakan event pertama di Indonesia yang melibatkan bukan hanya 1 profesi bidang keahlian namun berbagai bidang termasuk di bagian hulu dari pembangunan SDM kita yaitu bidang pendidikan dan pelatihan vokasi kepariwisataan.

"Kegiatan ini merupakan sebuah media untuk mengedukasi para praktisi, investor serta seluruh insan pariwisata akan pentingnya mengetahui trend terkini di industri pariwisata saat ini," ungkapnya.

Diketahui, Global Hospitality Expert (GHE) sebagai salah satu lembaga pengembangan sumber daya manusia bidang kepariwisataan dan pengembangan destinasi wisata.

Sesuai tema yang diambil, “Leveraging Local Talent for World Class Hotelier” diharapkan sumber daya manusiao lokal di Bali dan Indonesia benar-benar mampu untuk menjadi salah satu barometer insan pariwisata yang ahli berkelas internasional dan menjadi tuan di negerinya sendiri.

President Director GHE Agus Yoga Iswara,menjelaskan, dewasa ini perkembangan pariwisata dunia diliputi fenomenaa yang dramatis dari sisi internal dan eksternal.

“Kita melihat bagaimana alam-budaya seni sebagai keunggulan destinasi saat ini dihadapkan pada ancaman degradasi dalam berbagai hal seperti kualitas sumber daya alam, perubahan gaya hidup masyarakat serta pengaruh digitalisasi di bidang informasi dan teknologi," tuturnya.

Hal ini perlu disikapi dengan cara pandang yang holistik dan visioner bahwa industri ini perlu penyelamatan yang nyata dan konsisten.

GHE sebagai tenaga expert merasa terpanggil untuk menguatkan kembali ketahanan sumber daya manusia bukan hanya pada technical skills yang sudah menjadi keahliannya, namun juga pada soft skills.

Juga pada human skillsnya agar dapat beradaptasi untuk melakukan inovasi dan kreatifitas dalam mengelola usaha bisnis dengan tanpa merusak atau mengabaikan sisi keunggulan destinasi Indonesia.

Hal ini dapat dilihat dari ragam acara kegiatan yang dilaksanakan selama event ini yang menyajikan 9 topik seminar yang strategis untuk berbagai divisi pada industri pariwisata dan perhotelan.

Secara spesifik, Yoga Iswara menambahkan bahwa tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Bali dan Indonesia bukan hanya terkenal sebagai destinasi wisata namun juga dikenal sebagai pencetak dan penyedia sumber daya manusia (SDM) kepariwisataan yang handal dan kompeten.

"Karena disadari bahwa keberlanjutan suatu destinasi dan industri pariwisata sangat tergantung pada kualitas SDM yang mengelolalanya," tandas dia.

Sejak berdirinya Global Hospitality Expert (GHE) pada 17 Juli 2017, 2 tahun yang lalu, GHE telah banyak berkontribusi dengan berbagai terobosan bukan hanya pada bidang pelatihan SDM namun juga melakukan sertifikasi profesi untuk skala internasional bekerjasama dengan American Hotel and Lodging Educational Institute (AHLEI).

Disamping juga cukup intens melakukan koordinasi dan memberi masukan kepada pemerintah khususnya di Bali terkait pembangunan kepariwisataan dan pendampingan desa wisata.

Pada akhir acara di hari Sabtu 13 Juli 2019 akan dilaksanakan pula kegiatan perayaan ulang tahun ke-2 Global Hospitality Expert (GHE).

Puncak acara akan diisi dengan penganugerahan apresiasi kepada para insan pariwisata yang terpilih berdasarkan kontribusi dan pemikiran cerdasnya dalam memajukan pariwisata di Bali dan Indonesia.

Di samping itu diserahkan juga penghargaan sepanjang masa (Lifetime Achievement) kepada tokoh budaya Bali yang telah menciptakan pondasi pariwisata Bali yang berbasis budaya dan menjadi taksu pariwisata Bali.

Jumlah penerima “Global Hospitality Award 2019” mencapai 13 orang. Global Hospitality Expert juga akan memberikan penghargaan (Appeciation Certificate) kepada para ketua asosiasi kepariwisataan di Bali yang telah berjasa dan berkontribusi dalam memimpin asosiasinya serta berperan aktif dalam pembangunan kepariwisataan.

Penghargaan diserahkan kepada 24 ketua asosiasi baik usaha, pemilik, profesi, pendidikan, pelatihan serta lembaga pariwisata dan perhotelan di Bali.

Penghargaan ini diharapkan agar dapat memotivasi semua pihak untuk semakin berupaya dan berinovasi dalam mewujudkan pariwisata Bali yang berkualitas dan berkelanjutan berbasis kerakyatan dan budaya Bali. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua