menu
search

Angkat Isu Penting Dunia, Kompetisi Debat Mahasiswa Asia Australia Digelar di Bali

Minggu, 07 Juli 2019 : 18.22
Suasana ajang Bali Australia Debat Championship 2019 di Ungasan Bay View Hotel
Badung - Sekira 350 mahasiswa dari berbagai negara Asia dan Australia mengikuti lomba debat yang mengangkat berbagai isu hangat baik sosial, ekonomi hingga pariwisata dunia.

Ketua Panitia Bali Australia Debat Championship 2019, Giovanni Reynaldo menjelaskan, ajang ini sebelumnya juga pernah di Bali di mana pada tahun ini, mencoba menaikkan standar event dengan keikutsertaan tim-tim dan tim juri.

"Kali ini ada 350 mahasiswa dari Asia dan Australia, yang mengikuti debat," jelas Giovani di sela Bali Australia Debate Championship 2019, Ungasan Bay View Hotel, Jimbaran, Badung, Minggu (7/7/2019).

Untuk tema yang dipilih cukup banyak mulai sosial, ekonomi, politik hingga pariwisata, tergantung isu-isu apa yang tengah hangat.

Dipilihnya Bali, sebagai lokasi kegiatan tingkat internasional itu karena banyak orang Australia dan Asia umumnya sangat mengetahui Pulau Dewata itu, yang dikenal pariwisatanya sehingga banyak dikunjungi wisatawan.

Kedua, pihaknya ingin memberikan pengalaman berbeda kepada peserta melalui turnamen ini, dengan kemasan lebih rileks, sehingga lokasinya dipilih di hotel yang tidak jauh dari pantai.

Proses pemilihan peserta yang masuk nominasi dilakukan dengan pendaftaran kemudian selama tiga hari menjalani tahapan penyisihan. Setelah babak penyisihan sampai terpilih delapan tim terbaik yang masuk ke perempat hingga grand final pada lomba debat paling bergengsi di Asia.

"Lomba debat ini sangat prestisius di tingkat Asia Australia, juaranya berdasar kategori, lebih ke prestis jadi bukan kepada hadiah yang diberikan," sambungnya. Ratusan peserta lomba debat ini merupakan perwakilan dari kampus-kampus di Malaysia, Singapura, Thailand, Korea, Hong Kong, Vietnam, Australia dan Indonesia.

Salah satu juri debat, Vincentius Michael menjelaskan, ajang ini memberi manfaat bagi mahasiswa pertama, diajarkan critical thinking dan juga menjadi masyarakat yang makin peduli terhadap isu-isu penting.

Manfaat kedua, bagaimana mereka diajarkan cara menyampaikan pendapat dan mengkomunikasikan pendapat yang dimiliki terutama dilakukan dalam medium bahasa Inggris.

"Karena biasanya medium yang kita gunakan ini kan jarang ya pakai bahasa Inggris, sekarang ini kita menyampaikan bahasa Inggris," sambung mahasiswa jurusan Matematika ITB Bandung itu.

Hal penting ketiga adalah adanya pelatihan skill, bagiamana membangun kepercayaan diri, di depan publik, juga kemampuan untuk membangun suatu kasus dalam waktu yang sangat terbatas, hanya 30 menit dan 30 menit ini mereka tidak boleh menggunakan akses internet.

Semua peserta harus mengumpulkan materi, mempersiapkan dengan matang untuk mengikuti kompetisi ini. Adapun topik yang diangkat dalam debat ini, dipilih secara random jadi, mereka tidak mengetahui tema yang nantinya dipilih tim yuri untuk kemudian dipresentasikan.

Dengan waktu yang terbatas dan tema random itu sehingga peserta diasah kemampuan untuk bekerja dalam tekanan atau under pressure. Jadi, mereka dinilai dari sisi kemampuan, untuk mampu berpikir kritis dan cepat.

Dari pengamatan beberapa hari penilaian sampai babak akhir, dia melihat, potensi mahasiswa Indonesia cukup besar dan mampu bersaing dengan mahasiswa Asia lainnya.

Peserta Indonesia memiliki performa yang bagus dari beberapa kategori dengan penyampaian Bahasa Inggris. Dua tim Indonesia juga tampil gemilang di kompetisi ini masing-masing dari kampus Universitas Bina Nusantara dan Universitas Atma Jaya.

Tim wakil Indonesia ini, berhasil masuk berkompetisi di Grand Final ajang yang sudah digelar sebagai persiapan pada ajang lanjutan tingkat dunia. Salah satu peserta debat Raihan asal Universitas Bina Nusantara mengungkapkan, pada ajang ini dirinya mengangkat tema penerapan penghakiman secara internasional.

Dia mengangkat kasus hukum di Afrika, di mana sistem kediktatoran yang bisa dihukum, dengan intervensi kehakiman yang dibawa ke sistem kehakiman tingkat internasional. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua