menu
search

Ajak Ibu Negara, Presiden Jokowi Susuri Keunikan Gua Batu Cermin NTT

Jumat, 12 Juli 2019 : 06.43
Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana menyusuri Gua Batu Cermin di NTT/biro pers setpres
Labuan Bajo - Keunikan Gua Batu Cermin di Kabupaten Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat ketertarikan Presiden Joko Widodo sehingga mengajak Ibu Negara Iriana untuk menyusuri salah satu andalan obyek wisata di Pulau Kepulauan itu.

Selain komodo dan pantainya yang indah, Labuan Bajo juga memiliki objek wisata lain yang tak kalah menarik yakni Gua Batu Cermin berjarak sekitar empat kilometer dari pusat kota Labuan Bajo.

Usai meninjau Taman Nasional Komodo di Pulau Rinca dan Pelabuhan Labuan Bajo, Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo melanjutkan kunjungan kerjanya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mengunjungi kawasan Batu Cermin ini Kamis, 11 Juli 2019.

Presiden dan rombongan tiba di pintu masuk kawasan Batu Cermin tepat pukul 12.05 WITA. Masyarakat yang telah menanti sejak pagi hari menyambut antusias kedatangan kepala negara.

Jokowi menyimak panel-panel yang berisi informasi mengenai rencana pengembangan kawasan wisata itu.

Terlihat kawasan Batu Cermin akan memiliki pusat belanja kreatif Kampung Festival Labuan Bajo (Kafela), dengan segala pelengkapnya mulai dari area parkir, taman bermain anak, panggung terbuka, hingga pusat kuliner.

Presiden dan rombongan berjalan menuju Gua Batu Cermin yang berjarak sekitar 300 meter dari pintu masuk.asuki gua utama.

Rombongan menyusuri gua pembuka dengan jalur yang relatif luas dan mudah untuk dilalui. Beberapa pohon terlihat merambat dengan akar yang cukup besar menempel di dinding gua pembuka.

Di bagian tengah gua, terdapat satu ruang yang bisa ditempati hingga 15 orang. Di satu titik terdapat lorong buntu, dan di atasnya terdapat celah tempat sebongkah cahaya masuk. Jika momennya tepat, cahaya yang masuk akan terefleksi pada dinding gua dan membentuk cermin alami. Inilah asal muasal nama Gua Batu Cermin.

Melnasir siaran pers Kementerian Pariwisata, gua ini pertama kali mendapat perhatian dunia pada tahun 1951 berkat penelitian arkeolog sekaligus misionaris asal Belanda, Theodore Verhoven. Jutaan tahun lalu, posisi gua ini ada di bawah laut.

Dahulu, sempat ada pergeseran atau patahan lempeng bumi, lalu terjadi gempa, sehingga ada beberapa wilayah di Pulau Flores yang tenggelam. Ada beberapa juga yang bahkan naik ke permukaan, salah satunya adalah gua cermin ini.

Usai menyusuri gua selama sekitar 20 menit, Presiden dan Ibu Iriana pun keluar gua melalui pintu gua yang berbeda dari pintu masuk.

"Keduanya lantas melanjutkan perjalanan untuk santap siang, lalu kembali ke Jakarta," kata Plt. Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Chandra A. Kurniawan. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua