menu
search

YLKI: Pembangunan Kesehatan Harus Fokus Tekan Tumbuhkembangnya Penyakit Tidak Menular

Minggu, 02 Juni 2019 : 23.07
Ketua YLKI Tulus Abadi/dok
Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak pemerintah untuk fokus pembangunan kesehatan untuk menekan tumbuhkembangnya penyakit tidak menular.

Wafatnya Ibu #AniYudhoyono karena serangan #kankerdarah, mengharu biru kita semua, mengharu biru bangsa Indonesia: betapa ganasnya penyakit kanker itu! Beberapa hari lalu kita juga kehilangan Ustadz Arifin Ilham, juga karena kanker.

"Kasus ini harus kita perhatikan secara seksama, bahwa potensi penyakit kanker di Indonesia sangatlah tinggi dan malah mengalami peningkatan prevalensinya dalam lima tahun terakhir," sebut Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam siaran persnya, Minggu 2 Juni 2019

Tulus lantas meminta publik melihat fakta, jika pada hasil #Riskesdas2013 #prevalensipenyakitkanker hanya 1,4 persen saja; namun tragisnya pada hasil #Riskesdas2018, prevalensi penyakit kanker malah naik menjadi 1,8 persen!

"Jadi, ada bom waktu yang mengerikan terkait penyakit kanker di Indonesia," tegas dia. Hal ini, menjadi bukti, bahwa masih ada masalah serius terkait perilaku hidup sehat masyarakat, dan arah kebijakan kesehatan yang belum menyentuh hulu persoalan.

"Kalau arah kebijakan pembangunan kesehatan itu benar, maka seharusnya prevalensi penyakit menular itu turun, bukan malah naik. Termasuk prevalensi penyakit kanker," tuturnya.

Karenanya, YLKI mendesak pemerintah untuk fokus pembangunan kesehatan untuk menekan tumbuhkembangnya penyakit tidak menular. Dan terbukti penyakit jenis ini menjadi benalu yang paling dominan bagi financial deficit BPJS Kesehatan.

"Jika kebijakan pemerintah tidak mendukung untuk menekan wabah penyakit tidak menular, maka prevalensi penyakit tidak menular seperti kanker, hanyalah bom waktu saja bagi generasi emas yang digadang gadang pemerintah dan kita semua," demikian Tulus. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua