menu
search

Terlibat Illegal Fishing di Malaysia, Lima Nelayan Indonesia Dipulangkan

Jumat, 28 Juni 2019 : 10.40
Lima nelayan Indonesia yang dipulangkan ke Tanah Air dari Malaysia/humas kkp
Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memfasilitasi pemulangan. Lima nelayan Indonesia yang sebelumnya ditangkap di perairan Malaysia atas dugaan melakukan illegal fishing akhirnya dipulangkan ke Tanah Air.

Pemulangan mereka fasilitasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Agus Suherman mengungkapkan, "Lima nelayan tersebut tiba di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara pada Kamis (27/6) sekitar pukul 08.00 WIB".

Mereka yang dipulangkan berasal dari Desa Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Adapun identitas nelayan-nelayan tersebut, yaitu ARR (40), IS (42), DD (31), ZUL (dan MB (40). Saat tiba di Bandara Kualanamu, para nelayan tersebut diterima Stasiun PSDKP Belawan.

"Selanjutnya diserahterimakan secara resmi kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Langkat untuk diserahkan kepada keluarga masing-masing," tambah Agus dalam siaran persnya

Dijelaskan, fasilitasi pemulangan nelayan ini merupakan wujud nyata bantuan Pemerintah kepada nelayan-nelayan Indonesia yang tertangkap di luar negeri karena melanggar batas perairan saat melakukan penangkapan ikan.

Sebelumnya, nelayan-nelayan tersebut ditangkap pada bulan September 2018 oleh aparat Pemerintah Malaysia dengan tuduhan melakukan aktivitas illegal fishing di wilayah perairan Malaysia.

Selama berada di Malaysia, para nelayan mendapatkan pendampingan dari Kedutaan Indonesia di Malaysia.

Dari catatan, selama tahun 2019, KKP bersama-sama dengan Kemenlu telah berhasil memulangkan nelayan Indonesia yang ditangkap di luar negeri sejumlah 101 nelayan, terdiri dari 16 orang dari Malaysia, 18 orang dari Timor Leste, 36 orang dari Myanmar, 11 orang dari Thailand, dan 20 orang dari Australia. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua