menu
search

Perpindahan Massal Driver Ojol ke Gojek Berlanjut di Makassar

Rabu, 26 Juni 2019 : 10.08
Driver ojol ramai-ramai pindah ke gojek/ist
Jakarta - Setelah Bandung gelombang perpindahan massal pengemudi ojek online ke aplikator Gojek terus berlanjut hingga ke Makassar Sulawesi Selatan. Para pengemudi ojol Makassar berpindah ke operator transportasi berbasis aplikasi tersebut.

Sejumlah driver menuturkan, perpindahan itu akibat perusahaan Karya Anak Bangsa tersebut lebih banyak benefit dari pada pesaingnya.

Fenomena perpindahan driver ojol Grab ke Gojek itu, dalam pandangan Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Mulsim Indonesia (UMI) Makassar bukanlah sesuatu hal yang baru.

"Itu masalah internal saja, bisa juga karena masalah kesejahteraan yang berbeda," kata Syamsuri dalam keterangan resminya, Selasa (25/6/2019). Perilaku para pengojek online tersebut sangat sensitive dengan layanan dan kesejahteraan.

Kata Syamsuri, mereka akan selalu mencari perusahaan ojek online yang bisa memberikan layanan dan kesejahteraan lebih baik.

Belum.lama ini, langkah gerak cepat perusahaan Gojek dalam menanggapi laporan mitra drivernya yang mendadak pingsan saat mengantar konsumen. Melalui Satgas Laka Gojek langsung merespon cepat sehingga nyawa korban berhasil diselamatkan.

Bahkan, Gojek juga menanggung biaya pengobatan korban. Langkah ini, menurut Ketua Forum Driver Ojek Online Indonesia Muhammad Rahman Tohir menjadi bukti bahwa Gojek memiliki tingkat kepedulian tinggi kepada mitranya.

Pihakknya mengapresiasi langkah Gojek tersebut bukan hanya sebuah slogan, tapi adalah tindakan. Melihat berbagai kejadian itu, Syamsuri menambahkan, operator transportasi berbasis aplikasi ini harus terus meningkatkan kesejahteraan para pengemudinya.

Menyusul fenoma hijrahnya para driver ojol, Muhammad Rahman yang juga kerap dipanggil Cang Rahman mengatakan hal itu juga terkait persoalan nereka yang merasa kesulitan dengan sistem pembayaran dari aplikator.

Para driver lebih tertarik dengan sistem pembayaran Gojek dibandingkan Grab. Dia mengungkapkan, pembayaran Gojek bisa diterima driver per hari. Sedangkan Grab, pembayaran dilakukan dengan periode tertentu.

“Ini masalah teknis yang membuat teman-teman berbondong-bondong pindah ke Gojek,” katanya menegaskan.

Cang Rahman menilai, teman-teman mitra driver juga merasa lebih aman bekerja dengan perusahaan yang dibangun oleh Nadiem Makarim tersebut. Dalam kasus driver mitra Go-car yang mengalami kejang-kejang beberapa waktu lalu di Jakarta Selatan.

“Ini juga yang bikin teman-teman driver salut. Mereka tentu lebih ingin bekerja, mencari penumpang dengan aman. Langkah Tim Satgas Laka Gojek yang bergerak cepat dan penanggungan uang pengobatan yang cepat tentunya kami apresiasi,” demikian Cang Rahman. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua