menu
search

Lebih Efisien, Gubernur Koster Sebut Model Upacara Massal Dibutuhkan Bali

Sabtu, 01 Juni 2019 : 09.39
Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster akan terus mengembangkan model upacara massal di Bali karena dinilai lebih efektif dan efisien. Dia mengapresiasi upacara yang dilakukan secara bersama-sama atau upacara massal yang dilakukan oleh umat Hindu di Bali.

Selain meringankan beban umat yang kurang mampu, cara kerja bergotong royong sudah diwariskan leluhur.

Hal ini disampaikan saat bersama Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menghadiri Upacara Atma Wedana Lan Mepandes Bersama Tahun 2019 yang diselenggarakan Yayasan Santha Yana Dharma MGPSSR Pusat di Pasraman Widya Graha Kepasekan, Denpasar, Jumat (31/5/2019).

Koster mengatakan, upacara secara bersama-sama atau massal merupakan model yang dibutuhkan pada saat ini, karena lebih efektif dan efisien. “Upacara massal ini harus didukung pemerintah daerah,” kata Ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini.

Pada bagian lain, Wagub Cok Ace menambahkan, pelaksanaan upacara mepandes tidak otomatis menjadikan seseorang menjadi baik. Karenanya, Cok Ace ini berpesan kepada para peserta untuk secara sadar sudah mepandes dan mengontrol sifat sad ripu yang ada di dalam diri.

“Upacara ini hanya stempel secara niskala, setelah ini harus sudah menyadari tidak lagi sad ripu,” kata Ketua PHRI Provinsi Bali ini. Upacara Atma Wedana Lan Mepandes Bersama merupakan agenda tahunan MGPSSR.

Peserta mepandes massal tahun ini, sebanyak 198 orang peserta yang tidak hanya berasal dari soroh Pasek namun dari berbagai soroh yang ada di Bali. Pada kesempatan ini, Koster dan Cok Ace, serta Wakil Wali Kota Denpasar AA Jayanegara didaulat menjadi Juru Sangging kehormatan. (riz)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua