menu
search

LAN: Dibanding Negara Asia Lainnya, Efektivitas Pemerintahan RI Masih Tertinggal

Kamis, 13 Juni 2019 : 19.57
Penutupan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III Temarik Kepariwisataan Provinsi Bali angkatan II tahun 2019
Denpasar - Efektivitas kerja pemerintah di Indonesia masih ketinggalan dibandingkan negara Asia lainnya sehingga memerlukan kerja keras seluruh jajaran pemerintahan pusat hingga daerah.

Deputi Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi LAN RI ,DR Basseng menyampaikan itu dalam acara Pembukaan Mini Workshop Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II yang dirangkaian dengan acara Penutupan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III Tematik Kepariwisataan Provinsi Bali angkatan II Tahun 2019, di Aula Melati BPSDM Provinsi Bali, Kamis (13/6/2019).

Menurutnya, kompetisi di lingkungan pemerintah, menuntut ASN harus memiliki keunggulan tidak hanya di level lokal, nasional maupun regional akan tetapi di dunia global.

Pasalnya, sambung Basseng, di tingkat regional Indonesia, masih memerlukan kerja keras dalam peningkatan efektivitas pemerintah karena Indonesia masih ketinggalan dibandingkan negara Asia lainya.

"Persepsi korupsi masih belum menunjukan peningkatan kualitas sehingga diperlukan ASN yang memiliki kompetensi kepemimpinan strategik untuk mengimbangi perubahan jaman yang serba cepat," tegasnya.

Dikatakan, pengembangan kompetensi kepemimpinan menjadi penting dilakukan guna membentuk pemimpin sektor publik yang mampu menginisiasi. Juga.mengelola perubahan yang diharapkan tidak hanya perubahan pada aspek pengetahuan, namun juga aspek perilaku kepemimpinan.

Sementara, Keikutsertaan BPSDM Provinsi Bali dalam menyelenggarakan PKN Tingkat II adalah langkah yang tepat dalam mendukung dan mempercepat terwujudnya Reformasi Birokrasi dan mewujudkan aparatur yang mendukung terwujudnya World Civil Cervice di Tahun 2025.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Bali, Dr.Ida Bagus Sedawa, menyampaikan bahwa diberlakukanya Peraturan LAN RI Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II (PKN Tk. II) menyebabkan ada perubahan yang signifikan pada agenda pembelajaranya dari lima agenda pembelajaran sebelumnya menjadi empat agenda pembelajaran.

Berkenaan perubahan agenda pembelajaran dan Goal dari PKN Tk. II ini maka dipandang perlu untuk memperoleh penjelasan dan pemahaman tentang agenda pembelajaran melalui kegiatan “Mini Workshop” dari tanggal 13 sampai dengan 14 Juni 2019 sehingga diperoleh kesatuan pandang dalam proses transfer materi ajar, perihal Goal dari PKN Tk. II ini.

Peserta Mini Workshop berjumlah 30 orang yang mana 15 orang dari unsur Widyaiswara BPSDM Prov Basli dan 15 orang dari JPT dilingkungan Pemerintah Provinsi Bali dan semuanya sudah pernah mengikuti Diklat Kepemim[pinan Tingkat II.

Sedawa menambahkan, setelah proses Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III angkatan II Tematik Kepariwisataan telah melewati lima tahapan pembelajaran.

Catatan yang diperoleh, 35 peserta telah menunjukan disiplin tinggi serta membangun dinamika dalam proses pembelajaran sehingga terjalin rasa kebersamaan. Kendatipun mereka berasal dari perangkat daerah yang berbeda yaitu Pemerintah Provinsi Bali, abupaten/Kota dan Instansi Vertikal lainya.

Dari hasil evaluasi baik dari hasil seminar RPP dan seminar Laboratorium Kepemimpinan diperoleh hasil akhir bahwa dari 35 peserta dinyatakan berhak sebagai pemimpin perubahan pada level taktikal. (riz)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua