menu
search

Industri Pariwisata Harapkan Maskapai Buka Penerbangan Langsung India-Bali

Selasa, 11 Juni 2019 : 08.39
Pertemuan BPPD Badung dan kalangan pariwisata Badung menggarap pasar India
Badung - Kalangan industri pariwisata mengharapkan dibukanya penerbangan langsung rute India- Denpasar, mengingat potensi pasar wisata di Indonesia cukup besar. Hal itu terungkap, saat BPPD Badung mengadakan pertemuan dengan Mr. Diraj Kumar Ambassador.

Pertemuan dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung Ir. I Made Badra, MM. di Queen Tandoor Restaurant, Seminyak, Senin, (10/6/2019). Potensi pasar India merupakan pasar dengan outbound market terbesar kedua setelah China market.

Setiap tahun masyarakat India menghabiskan minimal 10 hari untuk liburan serta mengadakan MICE ke luar negeri pada saat cuti tahunan mereka. Tujuan utama destinasi wisata pasar India adalah Singapura, Dubai dan Thailand karena mereka memiliki penerbangan langsung (direct flight) ke beberapa kota di India.

Adapun maskapai yang menggarap pasar India diantaranya : Singapore Airline, Malaysia Airlines, Malindo Air, Air Asia, Thai Airways, Emirates Airlines serta India air.

Sayangnya, Maskapai Garuda Indonesia yang dulunya sudah pernah buka penerbangan langsung Denpasar - Mumbai harus ditutup karena sedikitnya penumpang (load factor).

Bulan Januari, Februari dan Maret merupakan season Wedding dan Honeymoon di India. Bali sangat cocok untuk menggarap market ini. Rata rata lenght of stay pasar India ke Bali 3-4 malam dan tahun 2018 meningkat menjadi rata rata 6 malam.

Ini merupakan pertumbuhan yang sangat sehat mengingat ada peningkatan lama tinggal di Bali. Artinya destinasi Bali yang lebih dari 90% menganut agama Hindu sangat pas untuk masyarakat India.

Ketua BPPD Badung, IGN Rai Suryawijaya, mengungkapkan, potensi pasar India yang cukup besar ini mesti digarap secara lebih intens dan berharap agar ada penerbangan langsung (direct flight) dari Denpasar ke beberapa kota di India.

Jika tidak ada connectivity yang bagus maka Sales Mission yang selama ini dilaksanakan akan menjadi tidak maksimal dan kurang efektif hasilnya. "Oleh karena itu saya dorong LCC dan Maskapai lainnya untuk menggarap pasar India secara lebih intensif," ujarnya.

Kadisparda Badung, mengapresiasi diskusi tentang potensi market India yang sangat besar yang ditopang dengan pertumbuhan ekonomi yang terbaik kedua setelah China.

"Badung siap menerima lonjakan pasar India mengingat Badung sudah menyiapkan infrastruktur baik jalan dan perbaikan layanan di destinasi yang ada di Badung dengan berbagai fasilitas demi kenyamanan wisatawan India selama mereka berlibur di Badung dan Bali umumnya," ucap Badra.

Pihaknya mendukung, agar pasar India ini dikelola dengan baik agar lebih meningkat tingkat kunjungannya ke Badung yang ditargetkan sebesar 450 ribu wisman di Tahun 2019. Herdy Sayoga menambahkan, pasar India lebih berani untuk bepergian dibanding pasar lainnya dalam situasi apapun di destinasi.

Saat ini, wisatawan India yang bepergian keluar negri sebanyak 75% nya dan pertama kali travelling termasuk ke Bali, Sangat logis, pasar ini lebih menjanjikan dikembangkan di masa mendatang dengan catatan dikelola secara benar dan strategis.

Turut hadir dalam diskusi yang sangat akrab dan penuh kekeluargaan ini Wakil Ketua BPPD Badung, Herdy Sayoga, Ramia Adnyana, Chintia dan Direktur Executive BPPD Badung Jro Mangku Sulasa Jaya.

Acara diakhiri foto bersama dan santap malam yang dijamu oleh team Queen Tandoor yang menyajikan masakan India terbaik di Bali. (riz)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua