menu
search

H-5, Arus Penyeberangan Bali Banyuwangi Ramai Lancar

Sabtu, 01 Juni 2019 : 14.33
Tim SAR disiagakan di Pelabuhan Gilimanuk guna memantau aktivitas pemudik
Denpasar - Aktivitas penyeberangan dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang Banyuwangi mulai ramai oleh kendaraan pada pemudik yang akan meninggalkan Pulau Bali.

Pada hari ke lima menjelang Lebaran, KN SAR Arjuna 229 lepas sandar dari dermaga pasir, Pelabuhan Benoa untuk melaksanakan Siaga SAR Khusus, Jumat (31/05/2019).

Apel persiapan keberangkatan dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Operasi dan Siaga, Ida Bagus Surya Wirawan. Hasil pemantauan petugas SAR yang bergabung dengan instansi lainnya di Pelabuhan Gilimanuk, bahwa kondisinya ramai lancar dan belum terjadi antrian yang berarti.

Data keberangkatan kapal per tanggal 30 Mei 2019 yakni 32 unit dengan trip sebanyak 256, dan kedatangan terdapat 32 unit sebanyak 249 trip. Sempat terjadi kecelakaan sebuah truk pengangkut sembako yang terguling di dalam kapal, namun tak mengakibatkan korban jiwa ataupun luka.

Selain Pelabuhan Gilimanuk, juga ditempatkan petugas di Pelabuhan Celukan Bawang dan Padangbai. Basarnas Bali juga terlibat dalam posko terpadu di Bandara Udara I Gusti Ngurah Rai. Dua orang personil siaga dan sesekali melakukan patroli di sekitar bandara.

Sementara, perkembangan data sementara moda tranportasi udara yang beroperasi pada hari ini hingga pukul 12.00 Wita yakni kedatangan domestik 20 pesawat (2696 penumpang), keberangkatan domestik 28 pesawat (2265 penumpang), kedatangan internasional 17 pesawat (3420 penumpang), keberangkatan internasional 33 pesawat (64 penumpang)

Pemantauan bergerak juga dikerahkan dengan menggunakan rescue truck peralatan, dilakukan di objek wisata Tanah Lot dan dermaga penyebrangan di Sanur. Terlihat tempat-tempat tersebut belum banyak dipadati wisatawan, dan lebih didominasi oleh turis asing dari pada tamu lokal.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga, Ida Bagus Surya Wirawan berpesan agar memperhatikan keselamatan mengingat kondisi gelombang di perairan dan angin kencang. Tercatat kondisi cuaca dari laporan BMKG bahwa potensi gelombang tinggi kemungkinan terjadi sejak hari Rabu (29/05/2019) dan akan berlangsung selama 4 hari.

Peningkatan gelombang tinggi ini diakibatkan pola angin di wilayah utara Indonesia yang umumnya berhembus dari timur - selatan dengan kecepatan 3- 15 knot. "Sedangkan di wilayah selatan Indonesia umumnya angin berhembus dari timur - tenggara dengan kecepatan 3 - 20 knot," sebutnya.

Dilaporkan, sekitar pukul 08.00 Wita kapal SAR itu lepas jangkar, dan berlayar selama 9 jam hingga tiba di Ketapang, Banyuwangi. Rencananya, kapal yang diawaki 19 personil tersebut akan sandar selama 10 hari di Dermaga Aspal. Dari Pelabuhan Benoa jarak yang ditempuh yakni 135 NM dengan kecepatan rata-rata16 knot.

"Laporan dari kapten kapal, angin timur tenggara tadi sekitar 6-20 knot dan ketinggian gelombang 0,75 - 2,5 meter, bersyukur mereka sudah tiba dengan selamat serta kondisi kapal pun baik dan siap dikerahkan jika diperlukan," jelas Surya. (riz)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua