menu
search

Cok Ace Harapkan Akulturasi Budaya Cina-Bali untuk Pengembangan Pariwisata

Jumat, 28 Juni 2019 : 19.52
Wagub Bali Cok Ace saat membuka pertemuan Indonesia -Cina Cultures and Tourism Investmen Summit di Badung
Nusa Dua - Sejarah hubungan antara Cina dan Bali sudah terjalin erat sejak puluhan abad silam hendaknya bisa terus ditingkatkan untuk pengembangan pariwisata Bali.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) membuka pertemuan Indonesia - Cina Cultures and Tourism Investment Summit, di Hotel Mulia , Badung, Jumat (28/6/2019).

Cok Ace melanjutkan, banyaknya jejak peninggalan dan pengaruh kebudayaan Cina dalam masayrakat Bali, seperti penggunaan uang kepeng di Bali dengan nama pis bolong serta upacara kematian yang menggunakan lampu lampion atau damar kurung.

Kuatnya akulturasi budaya antara masyarakat Cina dan Bali kedepannya hendaknya terus ditingkatkan dari masa ke masa termasuk didalamnya pengembangan pariwisata Bali khususnya.

"Wisatawan Cina menempati urutan pertama kunjungan wisatawan asing ke Bali, dan dari tahun ke tahun jumlahnya terus meningkat, untuk itu jalinan kerjasama semakin ditingkatkan khususnya bagi pengembangan pariwisata kedua belah pihak," imbuhnya.

Pemprov Bali berkomitmen tinggi dalam meningkatkan kualitas pariwisata Bali yang dilakukan dengan berbagai pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata.

Disisi lain, jasa pelayanan baik sumber daya manusia maupun sistemnya juga terus ditingkatkan, dengan demikian Bali dapat memberikan layanan terbaik bagi wisatawan.

Acara dihadiri Konsul Jenderal Cina di Bali juga dilakukan pemaparan terkait potensi pengembangan pariwisata Bali khususnya Kabupaten Badung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung I Made Badra. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua