menu
search

Wisman Rusia Selundupkan Anak Berang-berang di Bandara Ngurah Rai

Jumat, 24 Mei 2019 : 09.16
Satwa dilindungi berang-berang yang diselundupkan wisman Rusia di Bandara Ngurah Rai/ap1
Badung - Seorang wisatawan asing asal Rusia diamankan petugas Aviation Security Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali lantaran diduga hendak menyelundupkan satwa dilindungi empat ekor anak berang-berang.

Sebelumnya, petugas juga menggagalkan upaya penyelundupan binatang dilindungi berupa anak orangutan pada medio pada Maret lalu. Kini, personel Avsec menggagalkan upaya penumpang yang hendak membawa serta binatang dilindungi keluar dari Indonesia melalui pesawat udara.

Kejadianya pada Kamis (23/5/2019) malam, saaat petugas mencurigai seorang calon penumpang di Terminal Keberangkatan Internasional. Bule berinsial RT dan berpaspor Rusia, sedang melalui prosedur pemeriksaan mesin x-ray scanner di Terminal Keberangkatan Internasional.

Petugas mencurigai isi koper yang tampil di layar mesin pemindai, kemudian melakukan pemeriksaan secara manual terhadap koper. Dari pemeriksaan manual, petugas kemudian mendapati anak berang-berang sebanyak 4 ekor disembunyikan di dalam koper.

“Kembali lagi, berkat kejelian dari petugas Aviation Security kami, upaya penyelundupan binatang dilindungi secara ilegal berhasil kami gagalkan," ujar General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, Haruman Sulaksono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/5/2019).

Dalam tiga bulan terakhir ini, pihaknya berhasil menggagalkan beberapa upaya dari calon penumpang untuk menyelundupkan barang-barang contraband, baik itu binatang dilindungi, maupun peluru aktif.

Petugas Avsec berkoordinasi dengan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk melakukan tindak lanjut terhadap temuan binatang tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan, BKSDA menyatakan bahwa berang-berang diklasifikasikan sebagai binatang yang dilindungi.

Diketahui, penumpang tersebut hendak terbang meninggalkan Indonesia dengan maskapai Korean Air dengan nomor penerbangan KE 634.

Sesuai ketetapan hukum, yakni Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 25 Tahun 2005, petugas berhak dan wajib untuk melakukan pemeriksaan penumpang dan barang yang diangkut melalui jasa pesawat udara di bandar udara.

GM PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Haruman Sulaksono
"Sesuai prosedur yang termaktub dalam aturan tersebut, petugas kami kemudian berkoordinasi dengan institusi berwenang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” imbuhnya.

Pelaku langsung digiring ke kantor Balai Karantina. Dari pemeriksaan koper bawaan calon penumpang tersebut, petugas kembali menemukan 10 ekor kalajengking berbisa termuat di dalam kotak anyaman berwarna biru.

Sebelumnya, Maret lalu, petugas berhasil mencegah seorang calon penumpang berkewarganegaraan Rusia untuk menyelundupkan seekor bayi orangutan keluar dari Indonesia. Selang beberapa hari setelahnya, seorang calon penumpang berpaspor Meksiko kedapatan membawa 10 butir peluru aktif di dalam koper yang dibawanya.

Di penghujung bulan Maret, seorang penumpang rute internasional asal Amerika Serikat harus berurusan dengan petugas Aviation Security karena menyimpang puluhan butir peluru aktif dan magasin saat hendak berangkat meninggalkan Bali.

Haruman menegaskan, pihaknya konsisten menjalankan prosedur keamanan yang telah ditetapkan.

"Selain untuk menjamin keamanan penerbangan, implementasi prosedur ini juga ditujukan untuk mencegah penyelundupan barang-barang contraband maupun dangerous goods,” demikian Haruman. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua