menu
search

Tekanan Harga Ayam Ras dan Bawang Merah Picu Inflasi di Bali Nusra

Jumat, 10 Mei 2019 : 04.04
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana (kiri) saat mendampingi Gubernur Bali Wayan Koster (tengah)
Denpasar - Laju inflasi di wilayah Bali Nusra pada triwulan I tahun 2019 secara tahunan disebabkan tekanan kenaikan harga pada kelompok bahan makanan dengan komoditas antara lain daging ayam ras, daging babi, telur ayam ras serta bawang merah.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali selaku Kepala Bank Indonesia wilayah Bali Nusra, Causa Iman Karana melaporkan pada Triwulan I tahun 2019 Bali Nusra mengalami inflasi sebesar 2.06%.

Angka itu, lebih rendah dibandingkan inflasi pada triwulan IV tahun 2018 sebesar 3.13%. Secara spasial, melandainya inflasi tahunan pada triwulan I tahun 2019 dibanding triwulan IV tahun 2018 terjadi pada ketiga provinsi baik di Provinsi Bali, NTB, dan NTT.

Inflasi yang masih terjadi di wilayah Bali Nusra pada triwulan I tahun 2019 secara tahunan, terutama disebabkan tekanan kenaikan harga yang tejadi di kelompok bahan makanan dengan komoditas antara lain daging ayam ras, daging babi, telur ayam ras serta bawang merah.

"Selain itu, tekanan kenaikan harga di Bali Nusra pada periode laporan juga didorong oleh kelompok komoditas transportasi dengan komoditas berupa angkutan udara," ujar Iman dalam Rapat Koordinasi Wilayah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Bali Nusra di The Anvaya Beach Resort Bali, Badung, Kamis (9/5/2019).

Ditambahkan Iman, dalam upaya mewujudkan inflasi yang stabil untuk mendukung terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif yang dapat mendorong peningkatan kesejahteraan seluruh tingkatan masyarakat, diperlukan upaya seluruh pihak untuk dapat bersinergi.

Sinergi bersama-sama dilakukan menjaga pergerakan inflasi di wilayah Bali Nusra, termasuk pada saat hari besar keagamaan. "Kita identifikasi risiko inflasi pada saat hari besar keagamaan seperti Ramadhan dan Idul Fitri saat ini, serta perumusan strategi pengendalian inflasi untuk menjaga inflasi tetap terkendali," tuturnya.

Hadir pada kesempatan tersebut, beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemprov Bali, TPID Nusa Tenggara Barat, TPID Nusa Tenggara Timur, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Iskandar Simorangkir, Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan RI Maria Kristi Endah Murni, dan Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Pendidikan Nasional Denpasar Ida Bagus Raka Suardana. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua