menu
search

Simulasi Kemampuan Prajurit Yonarmed 12, Meriam 155 Caesar Hancurkan Kelompok Perusuh

Selasa, 14 Mei 2019 : 22.28
Simulasi Satuan Armed untuk menguji kemampuan prajurit
Ngawi - Suara dentuman meriam 155 MM Caesar Yonarmed 12/Kostrad langsung memporak-porandakan pertahanan kelompok Insurjensi yang ingin menguasai Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Bahkan, meriam Armed tersebut, telah berhasil melumpuhkan bala bantuan kelompok Insurjensi yang melewati daerah Jagan Kompleks. Pertempuran berlangsung selama enam hari itu, melibatkan dua seksi dari masing-masing Raipur P, Q dan R Armed 12/Kostrad.

Itu semua, merupakan bagian simulasi Satuan Armed di bawah kendali Mayor Arm Ronald, F. Siwabessy dalam melatih kemampuan prajuritnya ketika menghadapi suatu ancaman maupun serangan dari pihak musuh.

“Latihan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kemampuan seksi Armed di bidang taktik dan teknik sehingga dapat melaksanakan tugas pokoknya guna membantu Satuan manuver dalam memberikan bantuan tembakan pada suatu operasi,” ujar Perwira Seksi Operasi Armed, Lettu Arm Donny. Selasa, 14 Mei 2019.

Latihan dalam tingkatan program latihan standarisasi tersebut, kata Donny, merupakan suatu latihan lanjutan yang harus dilakukan sebelum berlanjut ke latihan uji siap tempur tingkat seksi.

Dijelaska, latihan itu, difokuskan pada kemampuan personel seksi Armed agar selalu memiliki kemampuan taktik dan teknik tempur, serta kemampuan melaksanakan kerjasama antar kelompok dalam rangka tercapainya kesiapan tempur yang optimal.

Danyonarmed 12/Kostrad, Mayor Ronald menambahkan, latihan taktis tingkat seksi ini, dinilai sudah lengkap. Pasalnya, latihan tersebut, juga mendapat pendampingan langsung pihak Aswaslat Pussenramed Kodiklat TNI-AD, Mayor Arm Anang Ilyasa, S. Pd.

Sebagai Satuan yang mempunyai Alutsista canggih nan modern, Armed 12/Kostrad memiliki tanggung jawab yang besar, terutama dalam mewujudkan profesionalisme prajurit yang merupakan kewajiban utama, sekaligus pertanggung jawaban kepada bangsa dan negara.

“Upaya itu, tidak akan tercapai tanpa diimbangi dengan peningkatkan kualitas, kemampuan dan ketrampilan,” bebernya.

Tentunya, dengan berlatih dan terus berlatih, merupakan kunci utama mewujudkan profesionalisme prajurit TNI-AD. Lebih baik mandi keringat dalam latihan, daripada mandi darah dalam pertempuran.

Tim Asistensi dan Pengawasan Pussenramed Kodiklat TNI-AD, Mayor Arm Anang Ilyasa menambahkan, dirinya juga melakukan pengawasan hierarkis dari Pembina kecabangan dalam pelaksanaan suatu kegiatan latihan agar dapat berjalan sesuai mekanisme, maupun prosedur yang sudah ditetapkan.

“Kedatangan tim Asistensi dan Pengawasan ini bertujuan meninjau langsung prosedur ataupun mekanisme pelaksanaan kegiatan Lattis tingkat seksi saat ini,” demikian Anang. (riz)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua