Ramadhan, PSHT Denpasar Gelar Ujian Sabuk Putih Hingga Sahur Bareng

Minggu, 19 Mei 2019 : 10.54
Ujian kenaikan sabuk putih digelar PSHT Cabang Denpasar
Denpasar - Bulan suci Ramadhan menjadi momentum bagi Keluarga besar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Denpasar untuk lebih mempererat tali persaudaraan sesama warga melalui kegiatan ujian kenaikan tingkat yang diakhiri dengan makan sahur bersama.

Kegiatan dipusatkan di Lapangan Kapten Japa, Denpasar dihadiri Ketua PSHT Cabang Denpasar Mas Sunarto, Ketua Bidang Litbang, Miftachur Rohman dan ratusan warga PSHT Denpasar, Pusat Madiun, Sabtu 19 Mei 2019 malam.

"Malam ini, kami keluarga besar PSHT Cabang Denpasar, mengadakan rangkaian kegiatan tes kenaikan tingkat dari sabuk hijau ke sabuk putih, kebetulan bulan puasa ini, kami adakan rutin setiap tahun, setelah latihan bersama disambung sahur bersama," ujar Mas Sunarto.

JIka pada tahun lalu, pihaknya menggelar Pondok Ramadhan, maka pada tahun ini, tempatnya bergantian, bergiliran di ranting masing-masing di mana kali ini digelar di Ranting Denpasar Timur.

Melalui kegiatan semacam ini, pihaknya selalu berusaha menanamkan nilai-nilai dan rasa ketakwaan warga PSHT semakin kuat kepada Allah SWT.

Kegiatan diawali dengan pengucapan ikrar, janji warga PSHT Cabang Denpasar, senantiasa tunduk dan patuh kepada PSHT Pusat Madiun, yang saat ini diketuai oleh Mas Murjoko dan Mas Isbiantoro sebagai Dewan Pusat.

"Ikrar kami PSHT Cabang Denpasar, kesetiaan kami kepada NKRI yang berdasarkan UUD 1945 dan Pancasila," tegasnya.

Kegiatan yang digelar pada bulan Ramadhan ini, dirasakan sangat bermanfaat bagi keluarga besar PSHT Denpasar, pertama sebagai ujian mental, sebagaimana mengukur kekuatan warga PSHT, untuk bisa merasakan penderitaan saudara-saudara di luar.

Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Denpasar Mas Sunarto menjelaskan kegiatan digelar pada bulan Ramadhan ini, setelah kenaikan sabuk putih dilanjutkan sahur bersama.
Dalam kegiatan latihan bersama dan uji kenaikan sabuk putih ini melibatkan tak kurang 100 warga. Acara ini dihadiri tidak hanya dihadiri umat muslim saja, melainkan juga diikuti anggota PSHT dari saudara-saudara non muslim lainnnya

Salah seorang warga PSHT yang turut hadir dalam acara tersebut, Ni Ketut Warsandi, yang masih tercatat sebagai mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Mahasaraswati, mengaku senang bisa berkumpul dengan saudara-saudara PSHT lainnya.

"Saya memang biasa tertarik sejak awal, ingin sungguh-sungguh ikut pencak silat, karena saya sadar kalau sesuatu itu tidak bersungguh-sungguh dalam niat hanya ikut-ikutan tidak bakalan jadi," tukas Warsandi.

Meskipun dirinya berbeda keyakinan dengan anggota lainnya, namun dia yakin hal itu bukan menjadi halangan mengingat organisasi PSHT tidak memandang perbedaan latarbelakang apapun baik agama, suku dan ras. Semua bersaudara dalam satu wadah PSHT.

"Ketika sudah masuk dalam PSHT, semua dianggap sama,tidak ada perbedaan lagi, saya merasakan di sini ikatakn kekeluargaan, persaudaraanya sangat tinggi," ucap perempuan yang lama menetap di Muara Enim, Palembang Sumatra Selatan ini.

Dirinya mengikuti latihan bersama di PSHT, juga merasakan secara fisik lebih sehat dan bugar sehingga sangat menunjang untuk berbagai aktivitasnya baik di kampus maupun di masyarakat. (rhm)

Rekomendasi