menu
search

Raih Best Bartender of The Year, Jacob Manurung Melaju ke Skotlandia

Minggu, 12 Mei 2019 : 20.28
Jacob Manurung menjuarai kompetisi bartender tingkat nasional Indonesia Wordl Class Competition 2019
Badung - Jacob Manurung akan berlaga ke Skotlandia setelah berhasil memenangkan ajang kompetisi bartender tingkat nasional "Indonesia World Class Competition 2019" digelar di Sugarsand, Seminyak, Badung, Bali.

Dengan penguasaan materi dan teknik cara menyajikan racikan minuman classic cocktail, mengantarkan Jacob Manurung meraih gelar bergengsi "Best Bartender of The Year", Jumat 10 Mei 2019.

Bahkan, bartender Djournal House, Jakarta, Jacob Manurung ini terpilih sebagai duta Indonesia untuk berlaga pada ajang kompetisi bartender internasional "Final Diageo World Class Competition" yang akan dihelat di Glasgow, Skotlandia, September 2019.

Pemuda asal Sumatera Utara, kelahiran 18 November 1990 yang baru mengenal dunia bartender sejak 2016 itu, mengungguli kepiawaian tujuh finalis lainnya asal Bali dan Jakarta. Nama Jacob Manurung pernah tercatat sebagai finalis ajang serupa tahun 2017.

Tujuh finalis tersebut terdiri dari empat bartender asal Bali masing-masing, Daniel Gerves (Alila Seminyak), I Putu Aris Sanjaya (Bikini Bali), Melverndari (W Hotel Bali), dan Panji Wisrawan (Da Romeo Bali). Serta 3 finalis bartender asal Jakarta yaitu, Benny Michael (Hotel Monopoly), Charles Richard (Hakkasan), dan Henry Maraben (Lowey Bar & Bistro).

Diageo Indonesia Brand Ambassador, Wawan Kurniawan mengakui, para finalis kali ini, memiliki teknik dan keahlian serta memperlihatkan kemajuan yang lebih baik.

"Dengan memiliki kualitas yang baik, mereka bisa menjawab kebutuhan konsumen dalam membuat dan memberikan minuman beralkohol yang terbaik,” kata Wawan.

Sebagai pemimpin dalam bisnis global minuman premium dan dengan rangkaian koleksi minuman beralkohol hingga bir, Diageo selalu memberikan pengetahuan lebih, teori, dan teknik pengaplikasian ketika menyajikan sebuah minuman kepada seluruh bartender di dunia, khususnya di Indonesia.

Mereka yang masuk finalis bartender asal Bali dan Jakarta itu terpilih berdasarkan lima faktor. Pertama, hosting, yaitu bagaimana cara bartender menunjukkan skill komunikasinya.

Kedua, crafting, yakni bagaimana teknik dalam membuat dan menyajikan minuman. Ketiga, melalui penilaian rasa dan aroma koktail, serta melihat takaran yang seimbang atau tidak.

Wawan menambahkan, keempat, tentang knowledge, untuk melihat seberapa besar pengetahuan bartender tentng Diageo dan proses pembuataan koktail. "Serta, kelima, menyangkut storytelling, yaitu cerita dibalik minuman, kesinambungan antara konsep dan nama yang diberikan kepada minuman tersebut," jelasnya.

Tiga finalis terbaik diuji lagi untuk membuat minuman Johnnie Walker dengan sentuhan dan kreasi bahan dan budaya Indonesia.

Setelah terpilih dalam "Global Diageo World Class Competition Bartender of the Year 2019", mendapat kesempatan untuk menunjukkan keahlian dan kemampuan mereka dan akan traveling keliling dunia.

Selain melibatkan juri asal Indonesia, Andrew Soetiono (founder Indonesia Whisky Research Society), untuk memberikan penilaian pada "Final Indonesia World Class Competition 2019" kali ini juga mendatangkan Jane Kaew-yod (Best Bartender Diageo World Class Thailand 2018), Shawn Chong (Bartender Diageo World Class Thailand 2015), dan Lam Chi Mun (DBA Director, Singapore). (mal)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua