menu
search

Presiden Jokowi Kagumi Keunikan Masyarakat Suku Sasak Dusun Sade Lombok

Jumat, 17 Mei 2019 : 22.47
Presiden Jokowi disuguhi tarian peresean khas Sasak, Lombok yang menggambarkan pertarungan dua laki-laki bersenjatakan tongkat rotan/biro pers setpres
Lombok - Presiden Joko Widodo mengagumi keunikan masyarakat suku Sasak di Dusun Sade Lombok Nusa Tenggara Barat. Dalam lawatan ke NTB, Jokowi melaksanakan ibadah salat Jumat di Masjid Nur Syahada, berada di Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Jumat 17 Mei 2019.

Menariknya, bangunan Masjid Nur Syahada beratapkanalang-alang dan bangunannya pun didominasi oleh bahan yang terbuat dari kayu. Masjid dikelilingi rumah-rumah adat yang terbuat dari kayu dan atap rumah yang terbuat dari tumpukan alang-alang.

Di desa ini tinggal ratusan warga asli Suku Sasak. Selain bentuk rumah yang unik, unsur budaya juga masih turut dijaga. Salah satunya adalah pintu masuk rumah yang dibuat rendah, sehingga setiap orang yang akan berkunjung akan selalu menunduk.

Semua itu, memiliki makna bahwa setiap orang yang akan berkunjung ke rumah orang lain harus selalu menunjukkan rasa hormat dan menjunjung tinggi sopan santun. Kepala Negara mengagumi keunikan lainnya di desa ini, yakni cara membersihkan lantai rumah mereka yang tentu saja tidak terbuat dari keramik.

Warga membersihkan lantai rumah mereka dengan kotoran kerbau untuk menghilangkan debu dan membuat lantai menjadi kuat. Kotoran kerbau yang digunakan adalah yang sudah kering.

Melihat sejumlah keunikan tersebut, maka tidak heran jika Presiden Joko Widodo tidak langsung meninggalkan desa tersebut usai melaksanakan ibadah salat Jumat, melainkan lebih memilih untuk “berwisata” terlebih dahulu.

Saat menelusuri jalan di antara rumah-rumah kayu, banyak warga yang berjualan hasil karya kerajinan mereka. Jokowi sempat singgah beberapa kali ke sejumlah rumah untuk membeli kerajinan hasil karya para ibu yang ada di desa tersebut.

Di sini, memang hampir semua wanita bisa menenun sehingga beragam kain tenun atau songket dengan warna yang beragam pun tampak ditampilkan di hadapan Kepala Negara. Bahkan, tampak pula beberapa wanita yang sedang menenun dengan menggunakan alat tenun tradisional dari kayu.

Sebelum meninggalkan Dusun Sade, Presiden disuguhi tarian peresean, tarian yang menggambarkan pertarungan antara dua lelaki yang bersenjatakan tongkat rotan (penjalin) dan berperisai kulit kerbau yang tebal dan keras.

Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan kali ini adalah Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, dan Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua