Plesiran ke Bali, Wisatawan Bakal Dikenai Pungutan Dana Kontribusi

Selasa, 14 Mei 2019 : 22.37
Rapat penerapan kontribusi kepada wisataan mancanegara dan nusantara yang berlibur ke Bali
Denpasar - Pemerintah Provinsi Bali tengah mengkaji wacana pungutan dana kontribusi untuk wisatawan yang melancong ke Bali, yang selanjutnya diharapkan bisa dijalankan secara maksimal, baik bagi kepentingan Provinsi Bali secara umum, wisatawan serta seluruh stakeholder pariwisata.

Staf Ahli Bidang Pemasaran Pariwisata, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI Prof Gede Pitana mengapresiasi keberanian Bali yang menjadi pionir untuk pembahasan kebijakan ini.

Kebijakan ini sangat logis dan realistis, berdasarkan kajian di negara-negara lain hampir semua sudah menerapkan kebijakan ini.

"Contohnya 'green tax' di Maldives dan Monaco," ujar Pitana dalam Rapat Penerapan Kontribusi kepada Wisatawan Mancanegara dan Wisatawan Nusantara melalui Peraturan Daerah tentang Kontribusi Wisatawan untuk Pelestarian Lingkungan Alam dan Budaya Bali, bertempat di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Selasa (14/5/2019).

Kemenpar RI menindaklanjuti wacana kebijakan ini, dengan melakukan pertemuan dengan berbagai stakeholder pariwisata, termasuk media dan masyarakat.

"Harus diakui pada awalnya akan ada respon negatif, tapi saya kira ke depannya tidak akan ada masalah. Yang penting, harus ada dampak pada masyarakat, jangan hanya pemerintahnya saja," tegas Pitana.

Begitupun masalah besaran pungutan kontribusi, Pitana mengusulkan agar besarannya bisa disosialisasikan dan dibebankan secara bertahap kepada masyarakat, dimulai besaran kecil dan meningkat dalam jangka waktu tertentu.

Yang paling masuk akal, juga kontribusi ini dibebankan pada akomodasi, untuk cakupan wisatawan yang lebih luas. Gubernur Koster menegaskan, dana kontribusi ini akan digunakan sepenuhnya untuk melestarikan alam dan budaya Bali.

"Bali ini tidak punya minyak, gas, apalagi emas. Untuk itu kami perlu menjaga alam, budaya, seni dan semua keunikan yang membuat orang luar cinta pada Bali," ujar Koster.

Pariwisata berkembang pesat di Bali di samping punya manfaat positif, namun juga tak disangkal punya peran pula dalam degradasi berbagai aspek di Pulau Dewata. Budaya misalnya, tidak dipungkiri mengalami degradasi nilai. Pembangunan yang pesat, menimbulkan masalah lingkungan, sampah dan lainnya.

"Belum lagi beban kapasitas, transportasi dan infrastruktur," ujar Gubernur Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali. Kemudian, target yang tinggi yakni 20 juta wisatawan di mana Bali diharapkan menyumbang 7 juta wisatawan mancanegara.

Urgensi penerapan dana kontribusi bagi wisatawan, menurut Koster, selain memelihara alam dan budaya juga punya tujuan penting untuk membenahi berbagai sektor untuk menjamin kenyamanan wisatawan selama berwisata ke Bali.

Tak hanya budaya dan alamnya yang akan terjaga, infrastrukturnya akan baik, pelayanan yang baik dan terstandar bahkan hingga makanannya pun distandarisari agar sehat dan aman. Untuk itu semua wajar saja menurut saya wisatawan dikenakan kontribusi, benefitnya jelas.

"Saya yakin, dengan (kontribusi,red) ini, dengan pembenahan komprehensif, pariwisata Bali akan kembali bergairah dan bisa seindah dulu lagi, bahkan meningkatkan kualitasnya," demiian Koster. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru