menu
search

Penanganan Kecelakaan di Bandara, Basarnas Matangkan Sinergi Bersama BMKG dan Ditjen Hubud

Rabu, 01 Mei 2019 : 00.00
Sekretaris Utama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Dianta Bangun memberikan keterangan pers
Badung - Dalam mematangkan koordinasi, sinergi antara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Giofisika (BMKG) dalam penanganan kecelakaan pesawat di bandara dilakukan kerja sama diantara instansi tersebut.

Kerja sama bertempat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, dituangkan dalam penandatanganan kesepakatan bersama antara Ditjen Perhubungan Udara dengan Basarnas dan BMKG, Selasa (30/4/2019).

Hadir, Direktur Navigasi penerbangan, Sekretasi utama BASARNAS, Kepala Balai Besar BMKG wilayah 3 Denpasar, Danlanud I Gusti Ngurah Rai, perwakilan dari Kepolisian daerah Bali, Kepala Kantor UPBU, Direksi PT Angkasa Pura I, Direksi PT Angkasa Pura II, Direksi Perum LPPNPI, General Manager PT Angkasa Pura I, General Manager PT Angkasa Pura II, Ketua Board of Airlines Representative in Indonesia (Barindo), dan Airline, Kepala Kantor SAR Denpasar, Kepala Kantor SAR Surabaya, Kepala Kantor SAR Manado dan lainnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti diwakili oleh Direktur Navigasi Penerbangan, Asri Santosa menjelaskan, prestasi capaian pemenuhan tingkat kepatuhan dalam Universal Safety Oversight Audit Programme (USOAP) dari International Civil Aviation Organization (ICAO) yang telah diraih pada bidang navigasi penerbangan dengan nilai Effective Implementation (EI) sebesar 80,84%.

"Ini, menjadi landasan untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan capaian tersebut," kata Santosa. Kerjasama Ditjen Hubud dengan BASARNAS dan BMKG dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan informasi Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika.

Juga penyelenggara pencarian dan pertolongan pada kecelakaan pesawat udara sebagaimana tercantum pada naskah kesepakatan bersama dan perjanjian kerjasama.

Senada dengan itu, Sekretaris Utama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Dianta Bangun, menegaskan, kesepakatan ini sangatlah penting dan harus sejalan baik melalui koordinasi maupun pelaksanaan teknis di lapangan.

"Sehingga dalam pelaksanaan tugas kita dapat bersinergi sesuasi tema kesepakatan yaitu kalaborasi, simulasi dan implementasi," tutur Dianta. Dalam kesempatan itu, berlangsung pameran dari BASARNAS, PT Angkasa Pura II, dan BMKG di area kedatangan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Masing-masing instansi memamerkan tupoksi melalui layar display. Basarnas memamerkan peralatan SAR yang berkaitanpenanganan kecelakaan transportasi udara. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua