Pameran Bertajuk Connectedness di Bali Hadirkan 10 Seniman Nusantara

Rabu, 08 Mei 2019 : 10.47
Konferensi pers pameran .Connectedness di Griya Santrian Sanur
Denpasar - Sebanyak 10 orang seniman dari berbagai daerah memamerkan karya-karyanya dalam pameran bertajuk "Connectedness" atau keterhubungan di Denpasar Bali. Rencananya, pameran dibuka Jumat, 10 Mei 2019 / pukul 19.00 Wita yang diresmikan Ida Bagus Gede Sidarta Putra bertempat di Santrian Gallery Sanur, Denpasar.

Pengunjung bisa menikmati puluhan karya yang dibuka untuk umum mulai10 Mei – 21 Juni 2019. 22 karya seni lukis dihadirkan dengan media cat akrilik di atas kanvas dan cat air di kertas. Seniman yang bergabung dalam pameran ini berasal dari Bali yakni Ketut Suwidiarta, Ni Nyoman Sani danI Wayan Wirawan.

Kemudian seniman luar Bali yakni, Isa Ansori (Batu Malang) Suwandi Waeng (Batu Malang), Hery Catur Prasetya (Batu Malang) Imanulah Nur Amala (Batu Malang) Faizin (Banyuwangi), A H. Rimba (Makassar) dan Akhmad Noor (Banjarmasin).

Kurator pameran Wayan Seriyoga Parta menuturkan, tema diangkat tentang keterhubungan itu, sifatnya sangat terbuka dan hanya sebagai guidance, pengarah untuk dielaborasi lebih jauh oleh perupa.

Pendek kata, Yoga menginginkan bagaimana para seniman menterjemahkan tema keterhubungan dalam karya mereka.

"Judul ini hanya sebagai cantolan, agar bagaimana karya ditarik satu sama lain, keberagaman karya yang hadir secara tematik dan ada ikatan budaya, tradisi dengan media modern," ujar Yoga dalam konferensi pers di Santrian Gallery Sanur, Denpasar, Rabu (8/5/2019).

Yoga menambahkan, melalui pameran ini diharapkan juga bisa memperkuat eksistensi Bali sebagai kantong perupa sehingga bisa menjadi pintu Indonesia bagian timur yang kaya akan seni, budaya, tradisi seperti seni rupa.

Ditambahkan Yoga, judul yang diangkat ini beranjak dari pemikiran sederhana, yaitu niatan untuk menghubungkan berbagai praksis seni rupa dari berbagai wilayah di Indonesia.

Program kurasi ini adalah bagian dari program Gurat Institute (GI) yang telah secara rutin menyelanggarakan even-even seni rupa di Bali maupun di luar daerah Bali.

Selama lebih dari lima tahun kami terlibat dalam penyelenggaraan berbagai even seni rupa, mulai dari tataran mengagas program hingga pelaksanaan.

Menimbang cukup seringnya kami terlibat di dalam penyelenggaraan berbagai even dan sejalan dengan upaya penataan tata kelola kelembagaan GI, tahun 2019 ini kami secara resmi meluncurkan divisi Gurat Art Project dengan hadirkan sebuah logo baru di dalam payung kelembagaan GI.

Program Gurat Art Project 2019 menjalin kerjasama dengan lembaga seni budaya baik di Bali dan luar daerah Bali. Sebagaimana halnya kerjasama dengan Santrian Galeri Sanur, yang telah kami jalin secara intensif sejak awal tahun 2019.

GI kembali diberikan amanat untuk menyelenggarakan program pameran selepas program Arc Reloaded 2019 lalu, pameran kali kedua ini kami mengangkat tema ‘keterhubungan’.

Merupakan pengalaman pribadi setelah sekian lama berinteraksi dan menjalin komunikasi dengan pegiat seni rupa dari berbagai wilayah di Indonesia.

"Kami tergerak lebih intens mengangkat makna dari sebuah hubungan/keterhubungan. Connectedness (keterhubungan) berbagai entitas praksis seni rupa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dipertemukan untuk apresiasi dalam medan seni rupa Bali," imbuhnya.

Selaku kurator, Yoga menghubungi beberapa teman perupa dari berbagai daerah mulai dari Bali, Jawa Timur, Sulawesi dan Kalimantan, menawarkan untuk mengikuti pameran bersama.

Salah seorang perupa, Ni Nyoman Sani yang menampilkan karya berjudul Light Around Us, menuturkan, dirinya ingin menghadirkan bagaimana pengaruh dari luar begitu kuat di masyarakat Bali termasuk bagi kaum perempuan.

"Saya ingin menampilkan bagaimana perkembangan jaman menjadi pengaruh yang demikian kuat terhadap kondisi sekarang," ucapnya. Demikian juga perkembangan yang ditandai dengan membanjirnya sosial media, majalah dan lainnya, memiliki pengaruh yang luar biasa terhadap masyarakat.

Dia mencontohkan, titik-titik dop, yang ditampilkan dalam karyanya itu, jika disatukan akan menghadirkan keindahan. "Pengaruh itu ada negatif dan positif, jadi biarkan itu ada karena akan menampilkan leindakei," imnuhimb. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru