menu
search

Nyoman Subadi, Lulusan SMK yang Sukses Dirikan Tiga Restoran Pizza

Kamis, 30 Mei 2019 : 00.02
Nyoman Subadi pemilik tiga restoran Pizza di Canggu, Badung
Badung - Setiap orang punya jalannya masing-masing untuk mencapai keberhasilan. Tak jarang seseorang, harus melewati berbagai kesulitan sebelum menemukan cara untuk sukses. Tengok kisah pengusaha sukses asal Canggu Nyoman Subadi, pemilik tiga restoran di daerah Canggu, Badung ini.

Dia bercerita awalnya hobi masak dan masuk sekolah pariwisata. Setelah lulus sekolah, karena tidak bisa lanjut kuliah akhirnya kerja di Jepang selama 10 tahun Dari tahun 2001 s/d 2011 kembali ke bali.

“Harus semangat, berani, dan jangan lupa berdoa,” katanya di salah satu restorannya Canggu Garden Bay Pizza House, di Canggu, Badung, Rabu (29/5/2019).

Kisah sukses itu diceritakan pria yang akrab disapa Man Badi. Pria empat anak yang hanya lulusan SMK ini pun menuturkan bagaimana jalan panjang yang harus ia dilaluinya.

“Saya lulus SMKK (SMKN 4 Denpasar, red) tahun 1995. Kemudian saya yang lulusan tata boga, karena tidak punya biaya untuk melanjutkan, mencoba bekerja di Hotel Imperial sebagai cook,” ucapnya.

Namun bekerja di hotel yang dilakukannya tidak bertahan lama. Man Badi banting stir bertekad kehidupan berubah dengan mencari pekerjaan ke Jepang. Selama 10 tahun bekerja sebagai cook di negeri sakura ini, ia pun banyak belajar mengenai pizza

Sekembalinya dari Jepang sekitar tahun 2011, ia mencoba mengaplikasikan ilmu yang didapat dengan menjual pizza.

"Dari uang simpanan hasil kerja di Jepang punya keinginan untuk buka usaha yang pertamanya hanya jualan Pizza saja dengan bangunan yang kecil dan sederhana yang di beri nama Pizza House (Rumahnya Pizza). Sehingga kalau orang ingin pizza sudah langsung ingat pizza house karena segala macam pizza ada, dan menunya pun pizza saja," tuturnya.

Dia menjelaskan setelah pesatnya perkembangan, ia punya ide memperluas dan menambah menu pasta dan pastapun bikinan sendiri ( Homemade Pasta) dan tambahan menu lainnya termasuk salad soup di tahun 2015.

Setelah beberapa tahun banyak tamu yang menanyakan makanan pagi ( breakfast) akhirnya ia menambahkan nama pizza House dengan (Garden Canggu by Pizza House ) karena kalau buka makanan pagi / breakfast dengan nama Pizza House imagenya kurang cocok.

"Akhirnya tahun 2018 saya sudah mulai buka breakfast dengan nama Garden Canggu by Pizza House," jelasnya. Dalam kesempatan ini, dirinya juga membagi tips bagaimana membuat pizza yang digemari oleh lidah Eropa, yakni pizza yang renyah atau krispi.

“Selain wisatawan asing, restoran saya juga sering dikunjungi tamu lokal. Karena harga pizza yang kita tawarkan, mulai dari harga Rp 35 ribu sampai yang termahal hanya Rp 100 ribu,” ungkapnya. Pihaknya pun mengaku, omzet penjualannya kini mencapai Rp15 juta perhari. (mal)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua