menu
search

Nelayan Dilaporkan Hilang Saat Melaut di Perairan Bali Utara

Rabu, 22 Mei 2019 : 00.46
Tim SAR Bali melakukan pencarian nelayan yang hilang saat melaut di perairan Buleleng
Buleleng - Ketut Suwiana (51), seorang nelayan asal Dinas Kawanan Desa Penuktukan, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng.dikabarkan hilang saat melaut di perairan laut Bali.

Keterangan dihimpun, korban berangkat dari Pantai Penuktukan hendak menuju rumpon dengan menggunakan sampan sejak Senin (20/4/2019) sekitar pukul 04.00 Wita. Saat melaut, korban bersama anaknya, berlayar sejauh 30 KM hingga tiba di rumpon.

Dari kesaksian anak korban, keduanya memancing di atas rumpon yang berbeda, dimana posisinya berada terluar dari bibir pantai. Usai memancing, anak korban menemukan sampan milik bapaknya mengambang arah utara Desa Penuktukan tepatnya koordinat 7° 51’.16.98’'S - 115° 21’58.02’'E pada pukul 11.30 Wita.

Laporan itu diteruskan dan dilakukan pencarian hingga pukul 14.00 Wita. Hasilnya tetap nihil. Setelah mendapat laporan, Basarnas Bali keesokan harinya pada pukul 04.50 Wita dari Polsek Tejakula,turut melakukan pencarian.

“Laporan kami tindaklanjuti dengan mengerahkan tim SAR guna melakukan pencarian menggunakan rubber boat,” ungkap Kepala Kantor Basarnas Bali, Hari Adi Purnomo, S.H.

Disebutkan, sebanyak 8 personil bersama potensi SAR dikerahkan menuju lokasi penemuan sampan. Sorti pertama pergerakan rubberboat ke arah utara dengan 2 orang personil dari Basarnas dan seorang lainnya dari BPBD.

Sekitar pukul 08.50 Wita tim laut melaksanakan penyisiran di rumpon pertama arah utara perairan Penuktukan Tejakula Buleleng, sampai dengan rumpon berikutnya.

"Mereka melaporkan ketinggian gelombang cukup ekstrim namun cuaca cerah, sehingga pencarian tetap dilanjutkan," imbuh Adi. Selang dua setengah jam pencarian, tanda-tanda keberadaan Suwiana belum berhasil ditemukan, mereka pun kembali menepi ke bibir pantai.

Sementara tim darat melakukan koordinasi dengan pihak keluarga korban untuk menghimpun informasi yang dapat mendukung pencarian. Kronologis penemuan sampan milik korban, posisinya tak jauh dari rumpon dalam keadaan mesin mati namun masih terisi bbm dan tidak terikat.

Di sampan tersebut juga ditemukan baju milik korban. Awal sejak melaut korban dan anaknya menuju rumpon 8 (rumpon terluar) dan anak korban memutuskan memancing di rumpon yang berada di sebelah timurnya. Ketika usai memancing, anaknya hendak melihat Ketut Suwiana, namun sudah tak ditemukan.

Hingga sore hari, pencarian nihil dan kondisi di perairan sudah tidak memungkinkan melanjutkan operasi SAR.

Rencananya, pencarian dilanjutkan (Rabu (22/5/2019) pagi menggunakan rubberboat dengan fokus area pencarian di sekitar rumpon hingga menuju titik penemuan sampan dan terus berkoordinasi bersama nelayan setempat. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua