Menteri Susi Lepasliarkan Puluhan Penyu dan Ikan Napoleon di Natuna

Minggu, 12 Mei 2019 : 10.17
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melepasliarkan ikan penyu dan napoleon/humas kkp
Natuna - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melepasliarkan spesies dilindungi, penyu dan ikan Napoleon dengan kategori indukan itu di perairan Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu (11/5/2019).

“Pelepasliaran dilaksanakan atas 20 ekor induk penyu, yang terdiri dari 19 ekor jenis penyu hijau dan 1 ekor penyu sisik, serta 5 ekor ikan Napoleon,” ungkap Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Agus Suherrman.

Sebelumnya Minggu (5/5), sebanyak 30 ekor penyu juga dilepasliarkan di perairan Natuna. Sebelum dilepasliarkan, seluruh penyu dipasangkan tanda ID berupa metal tag dan PIT tag oleh BPSPL Padang dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut.

Semua penyu tersebut, merupakan hasil operasi Polair Baharkam POLRI yang menggagalkan pemanfaatan penyu dilindungi secara ilegal pada 19 April 2019.

Ikan itu sebelumnya merupakan milik pelaku usaha perdagangan ikan hidup di Sedanau, Natuna, yang dengan kesadarannya diberikan kepada Pengawas Perikanan Natuna untuk dilepasliarkan di alam guna mendukung keberlanjutan dan kelestarian Napoleon di perairan Natuna.

Diketahui, ikan Napoleon termasuk dalam daftar CITES appendix II pada 2004, yang merupakan daftar spesies yang tidak terancam kepunahan. "Tetapi mungkin terancam punah bila perdagangan terhadapnya terus berlanjut tanpa adanya pengaturan,” ungkap Agus.

KKP telah menerbitkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 37 Tahun 2013 tentang Penetapan Status Perlindungan Terbatas Ikan Napoleon (Cheilinus undulatus). Kepmen mengatur bahwa ikan napoleon berukuran 100-1000 gram dan di atas 3.000 gram dilarang untuk dimanfaatkan.

“Pengaturan ini dilakukan untuk mengakomodir kepentingan ekonomi dan konservasi, di mana permintaan pasar ekspor terhadap ikan Napoleon paling banyak pada ukuran tersebut," sambungnya.

Dari sisi konservasi, ikan Napoleon berukuran 1000 gram diprediksi sudah pernah memijah sehingga memberikan kesempatan kepada ikan Napoleon untuk berkembang biak.

Pengaturan ini bertujuan, meningkatkan rekrutmen juvenile ikan Napoleon dari kematian alami di habitatnya melalui upaya pembesaran dan pembudidayaan di keramba.

Turut hadir dalam pelepasliaran tersebut, sejumlah duta besar dari negara sahabat yaitu Duta Besar Polandia untuk RI, H.E. Ms. Beata StoczyƄska; Duta Besar Armenia untuk RI, H.E. Ms. Dziunik Aghajanian; serta Duta Besar Swedia untuk RI, H.E. Ms. Marina Berg. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru