menu
search

Mengenalkan Budaya Pengurangan Sampah Plastik Sejak di Bangku Sekolah

Senin, 20 Mei 2019 : 04.51
Sejak dibangku sekolah dasar anak-anak dikenalkan bagaimana membangun kepedulian terhadap lingkungan
Tabanan - Masyarakat dan anak-anak di SD Negeri Luwus, Baturiti Kabupaten Tabanan Bali dikenalkan tentang kepedulian terhadap pengurangan sampah plastik sejak dini.

Kegiatan ini melibatkan anggota serta relawan dari Komunitas Rotaract Club of Bali Seminyak, didampingi organisasi Rotary Club of Seminyak Bali sebagai pembinan dan penanggung jawab.

Kegiatan pengabdian masyarakat dinamakan project LIGHT, Project Light merupakan kependekan dari Literacy, Go Green, dan Healty. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu (19/5/2019) di SDN 2 Luwus.

Para siswa-siswi SDN Luwus, antusias mengikuti kegiatan LIGHT. Para-siswa-siswi terdiri dari kelas I hingga kelas VI. Dibagian menjadi beberapa kelompok untuk masuk kedalam kelas-kelas project Light.

Di Kelas Literacy para siswa-siswi diajak membaca buku-buku yang sudah diklasifikan sesuai jenjang tingkatan kelas sehingga tidak membuat bingung pembacanya. Buku-buku yang diberikan juga banyak diberikan gambar sehingga siswa-siswi mudah mengerti dan tidak bosan. Para siswa-siswi juga diberikan log book.

Fungsi log book ini agar para siswa menjadikan budaya baca sebagai gaya hidup. Setiap sabtu siswa dan siswi diwajibkan untuk memilih satu buku untuk dibaca dan mengisi log book yang berisi judul buku, nama pengarang dan isi ringkasan buku secara ringkas.

Beralih ke kelas Go Green, disini para siswa-siswi SDN 2 Luwus dikenalkan mengenai budaya pengurangan sampah plastik sejak dini. Para siswa-dan siswi diajak untuk mengetahui bahaya sampah plastik yang tidak bisa terurai selama berjuta-juta tahun.

Para siswa-siswi juga diberikan tas kain supatya saat berbelanja di kanti sekolah tidak menggunakan plastik. Di kelas ini para pelajar juga diajak untuk games per kelompok.

Pada kelas Healty, dihadirkan Dokter Harumi. Dikelas Healthy mereka diajak menjadi dokter kecil untuk menangani gejala-gejala kasus sakit ringan. Seperti penanggulangan pingsan, mimisan, tersedak, luka ringan dan luka berat.

Para pelajar dibekali obat merah, kasa, dan tissue sebagai penunjang praktek dokter kecil. Para relawan di Rotaract Club menjadi pasien sehingga penerapan program dokter kecil menjadi semakin seru.

Perwakilan Rotary Club of Seminyak Bali, Patrick Van Kampen mengatakan, bahwa buku-buku yang didonasikan berjumlah 302 buku dan merupakan buk-buku pengetahuan yang sifatnya informasi.

Ia pun mengenalkan organisasi Rotary dan Rotaract secara langsung. Tak lupa ia memberikan buku panduan mengenai cara mengisi log book. “Buku-buku yang kami donasikan bersifat informasi sehingga pelajar disini semakin meminati budaya membaca," imbuhnya..

Ketua Komunitas Rotaract Club of Bali Seminyak yaitu Prima Tangkas mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak sekolah yang memberikan izin penyelenggaraan kegiatan LIGHT dan pemberian donasi buku dan peralatan kotak P3K. (riz)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua