menu
search

Masyarakat Antusias Tukarkan Uang di Kas Keliling Bank Indonesia

Rabu, 22 Mei 2019 : 23.30
Masyarakat menyerbu Kas Keliling yang disiapkan Bank Indonesia di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar
Denpasar - Warga Kota Denpasar dan sekitarnya menyerbu Kas Keliling yang disiapkan Bank Indonesia untuk menukarkan uang menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 1440 Hijriyah.

Pihak Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bali membatasi penukaran uang maksimal Rp4,4 juta/orang di kas keliling yang melayani masyarakat di parkir timur Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar.

Penukaran uang dibuka mulai 22-31 Mei 2019 sejak pukul 09.00 Wita hingga pukul 12.00 Wita.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Teguh Setiadi mengungkapkan, menjelang Hari Raya Idul Fitri atau Hari Raya Galungan, masyarakat banyak yang memerlukan uang kecil nominal Rp2.000 atau Rp5.000.

"Uang pecahan kecil itu untuk dibagikan sebagai angpao, sehingga penukaran uang semakin meningkat," katanya.

Melihat itu, pihaknya memberikan pelayanan penukaran uang dengan maksimal Rp4,4 juta/orang dan layanan penukaran uang ini bisa didapatkan juga di 196 jaringan kantor bank di seluruh kabupaten di Bali.

Pihaknya memproyeksikan anggaran kebutuhan penukaran uang di Bali, mencapai Rp4,4 triliun. Penukaran itu tersedia pada lima loket untuk maksimal 500 orang penukar hingga pukul 12.00 Wita, sehingga terjadi antrean masyarakat yang ingin menukarkan uangnya.

Masyarakat yang ingin menukarkan uang, wajib mengikuti ketentuan seperti gambar searah pada uang yang dibawa, menghitung secara teliti dan rapi.

Uang pecahan yang bisa ditukarkan, nominal Rp20.000 dibatasi sekitar Rp2 juta, nominal Rp10.000 dibatasi hanya Rp1 juta, nominal Rp5.000 hanya Rp1 juta dan nominal Rp2.000 hanya Rp400 ribu.

Teguh menambahkan, Kas keliling ini juga didukung oleh beberapa bank yang memiliki kendaraan, seperti Bank Mandiri, BNI, BRI, Permata Bank, Maybank, CIMB Niaga, Bank BJB, BPD, dan Bank Muamalat.

Sejumlah warga beralasan, menukar uang ini sudah menjadi tradisi, setiap mau lebaran pasti bagi-bagi angpao, dan biasanya anak - anak suka dan tertarik dengan uang baru,

Mengingat animo masyarakat menukar uang cukup besar, Bank Indonesia Provinsi Bali mengimbau seluruh masyarakat menukarkan uangnya ke bank atau kas keliling guna menjamin keaslian uang yang diterima.

"Kalau di bank atau kas keliling seperti ini sudah dijamin keamanannya, keaslian uangnya, dan jumlah uang yang ditukarkan sesuai dengan jumlah yang diterima," demikian Teguh. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua