menu
search

KPPU Tuntaskan Pemeriksaan Saksi Dugaan Monopoli Jasa Bongkar Muat di Maumere

Sabtu, 11 Mei 2019 : 00.00
Sidang KPPU dalam perkara dugaan praktek monopoli jasa bongkar muat petikemas di Pelabuhan L Say, Maumere
Surabaya - KPPU menyelesaikan pemeriksaan selama 3 hari atas 7 (tujuh) Saksi dalam Perkara Nomor 15/KPPU-L/2018 tentang Praktek Monopoli Jasa Bongkar Muat Petikemas di Pelabuhan L Say. Maumere NusaTenggara Timur.

Sidang berlangsung Kamis, 9 Mei 2019, di ruang sidang KPD KPPU Surabaya.

Ketujuh Saksi menjalani pemeriksaan yakni, PT. Timur Asri Laut, PT. Indis Tata Persada, Senior Manager Pelayanan Kapal & Terminal PT. Pelabuhan Indonesia III, Kepala Biro Hukum PT. Pelabuhan Indonesia III, ex. General Manager Pelabuhan Toli-toli PT. Pelabuhan Indonesia IV, PT. Mitra Bahari Logistindo, dan PT. Meratus Line.

Sidang pemeriksaan lanjutan atas 7 saksi di pimpin Ketua Majelis Komisi Kodrat Wibowo, didampingi Afif Hasbulloh dan Ukay Karyadi masing-masing sebagai Anggota Majelis Komisi.

Halim memfokuskan pemeriksaan terhadap 7 saksi ini untuk menggali informasi terkait latar belakang urgensi dan juga dampak yang ditimbulkan akibat dari penerapan kebijakan penataan ulang kegiatan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan L. Say Maumere.

Kebijakan yang dilakukan oleh PT. Pelabuhan Indonesia III belakangan menuai reaksi para pelaku usaha. "Dalam penerapan kebijakan penataan ulang bongkar muat peti kemas, diberlakukan wajib stack 100%," tutur Ketua Majelis Komisi Kodrat Wibowo.

Kondisi tersebut diduga menimbulkan beberapa kegiatan ekstra yang mengakibatkan penambahan biaya yang harus di tanggung oleh konsumen, khususnya yang menggunakan sistem Less Container Load (LCL).

Sebelumnya diketahui Laporan Dugaan Pelanggaran disampaikan Investigator bahwa kebijakan yang dilakukan oleh PT. Pelabuhan Indonesia III di Pelabuhan L. Say Maumere tersebut melanggar ketentuan Pasal 17, Pasal 19 huruf (a) dan (b) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua