menu
search

KKP Tenggelamkan 13 Kapal Perikanan Asing Ilegal

Minggu, 12 Mei 2019 : 09.24
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menenggelamkan 13 kapal ikan asing ilegal di Natuna (Riau), dan Belawan (Sumut) dan Pontianak( Kalbar) /humas kkp
Natuna - Sebanyak 13 kapal ikan asing (KIA) ilegal kembali dimusnahkan di 3 (tiga) lokasi yang berbeda, yaitu Natuna Kepulauan Riau, Belawan Sumatera Utara, dan Pontianak Kalimantan Barat Sabtu (11/5/2019).

Sebelumnya, KKP menenggelamkan 13 (tiga belas) kapal perikanan asing (KIA) berbendera Vietnam di perairan Tanjung Datuk, Kalimantan Barat, Sabtu (4/5).

Tujuh kapal berbendera Vietnam dimusnahkan di Natuna, 3 (tiga) kapal berbendera Malaysia dimsunahkan di Belawan, dan 3 (tiga) kapal berbendera Vietnam dimusnahkan di Pontianak.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudijastuti memimpin langsung penenggelaman KIA di Natuna.

Turut serta beberapa duta besar negara sahabat seperti Duta Besar Polandia untuk RI, H.E. Ms. Beata StoczyƄska; Duta Besar Armenia untuk RI, H.E. Ms. Dziunik Aghajanian; serta Duta Besar Swedia untuk RI, H.E. Ms. Marina Berg.

Kegiatan penenggelaman ini merupakan pelaksanaan penegakan hukum terhadap pelaku IUU Fishing sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Perikanan Republik Indonesia (RI).

Kapal-kapal yang dimusnahkan merupakan kapal-kapal yang telah mendapatkan putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap (incrakht).

Karenanyam penenggelaman yang dilakukan adalah semata-mata dalam rangka melaksanakan putusan pengadilan dan dilaksanakan oleh Jaksa dengan didukung oleh Satgas 115.

Kata dia, penenggelaman kapal menimbulkan kesannya seram. Bahkan, kesannya jahat, namun hal itu merupakan way out yang paling cantik untuk menyelesaikan permasalahan IUU Fishing di Tanah Air.

"Kalau tidak, mau berapa tahun permasalahan IUU Fishing akan bisa diselesaikan,” dalih Susi.

Pemusnahan KIA pelaku illegal fishing merupakan bentuk ketegasan Indonesia terhadap kedaulatan wilayahnya agar disegani oleh negara-negara lain. Sebab tidak mungkin bila negara harus memagari lautnya dengan kapal perang ataupun pesawat udara secara terus-menerus.

“Negara tidak mungkin melakukan pemagaran laut dengan kekuatan militer secara terus-menerus. Berarti kita harus disegani, kita ini harus menunjukkan bahwa kita tegas dan konsisten serta tidak main-main dalam penegakan hukum. Itulah pagar terbaik laut kita,” demikian Susi. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua