menu
search

Hari Buku Nasional, Warga Denpasar Antusias Datangi Perpustakaan Keliling

Senin, 20 Mei 2019 : 05.00
Warga Denpasar memanfaatkan perpustakan keliling untuk mendapatkan buku-buku bacaan
Denpasar – Dalam menyemarakkan Hari Buku Nasional pada 17 Mei bertempat di seputaran Lapangan Puputan Mandala Bajra Sandi digelar perpustaan keliling yang mendapat animo masyarakat.

Hari buku nasional dirayakan setiap 17 Mei. Pemilihan tanggal 17 Mei berasal dari berdirinya Gedung Perpustakaan Nasional tanggal 17 Mei 1980. Hingga pada era tahun 2002 dicetuskanlah ide Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Abdul Malik Fajar mencetuskan ide menjadikan tanggal 17 Mei sebagai Hari Buku Nasional.

Dua komunitas anak muda di Bali salah satu yang merayakan hari buku nasional yakni Komunitas Turun Tangan Regional Bali dan Komunitas Gerakan Perpustakaan Anak Nusantara (GPAN) Regional Bali.

Mereka mengadakan perpustakaan keliling di Lapangan Puputan Niti Mandala Bajra Sandhi Renon pada hari Minggu (19/5/2019) pagi. Dengan menggelar karpet di sekitar lapangan renon saat masyaralat kota Denpasar melakukan aktivitas olahraga.

Kegiatan ini dilakukan untuk menumbuhkan budaya literasi dan membaca yang saat ini semakin berkurang. Anak-anak generasi millenial lebih condong menyukai permainam di gawai mereka ketimbang mencari ilmu pengetahuan lewat buku-buku pengetahuan.

Buku-buku yang bisa dibaca gratis ini banyak menarik minat masyarakat disekitar. Ada komik, bukutentang hobi, novel fiksi, dan karya sastra Indonesia lainnya. Di lapak perpustakaan keliling juga disediakan pojok mewarnai bagi anak-anak sekolah dasar dan taman kanak-kanakmengekpresikan masa kanak-kanak mereka.

Penyelenggara perpustakaan keliling sudah menyiapkan kertas gambar dengan aneka tokoh-tokoh kartun dan tokoh-tokoh animasi sebagai media mewarnai. Perpustakaan keliling juga mengundang pendongeng dari Komunitas Kampung Dongeng untuk menghibur anak-anak yang mampir ke lapak perpustakaa keliling.

Kak Eka membawa sebuah boneka untuk berinteraksi dengan anak-anak disana. Mirip dengan boneka Susan yang dibawakan Kak Ria Enes. Bedanya boneka yang dibawa berukuran lebih besar. Cerita yang dibawakan oleh Kak Eka saat mendongeng pun sarat akan nilai-nilai budi pekerti yang luhur.

Ketua Komunitas Turun Tangan Bali Chandra Arinata mengadakan, kegiatan buka lapak perpustakaan keliling dibentuk beberapa bulan lalu.

"Kegiatan ini untuk mendorong dan merangsang budaya baca anak-anak sejak dini. Semoga budaya membaca generasi muda bisa ditularkan sejak dini. Membaca buku adaah jendela dunia sehingga jika anak-anak rajin membaca dapat meraih prestasi yamg mereka inginkam,” ungkapnya. (riz)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua