Guide Lecehkan Turis Tiongkok, Wagub Bali Meminta Maaf

Jumat, 03 Mei 2019 : 06.15
Wagub Bali Cok Ace dalam pertemuan di Bali Tourism Board membahas masalah kasus pelecehan seksual terhadap turis Tingkok yang dilakukan salahs seorang guide
Denpasar - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) meminta maaf atas kasus ulah oknum guide yang melakukan pelecehan seksual terhadap turis Tiongkok di Tanjung Benoa beberapa waktu lalu.

Cok Ace, sapaanya, juga mengecam ulah pelaku yang dinilai telah mencoreng citra pariwisata Bali. Hal itu disampaikannya pada acara pertemuan di Bali Tourism Board yang dihadiri pihak BMR Dive & Water Sport dan Konsulat Jenderal RRT di Denpasar, Kamis (5/4/2019).

Dia mengecam kejadian yang menimpa turis Tiongkok dan meminta oknum pelaku diproses secara hukum. Ia meminta maaf atas kejadian ini dan berharap bisa menjadi pelajaran penting bagi seluruh pemangku kepentingan pariwisata di Bali.

Ketua PHRI Bali ini meminta agar perusahaan yang terkait dengan pariwisata melakukan seleksi secara ketat terhadap para pegawainya misalnya melalui psikotes.

Ia meyakini perusahaan pariwisata di Bali tidak memberi ruang untuk perilaku yang tidak senonoh, kejadian ini merupakan murni kelakuan oknum yang mencoreng nama perusahaan dan pemerintah.

“Sekali lagi atas nama Pemprov Bali saya memohon maaf atas kejadian ini,” kata tokoh Puri Ubud ini menegaskan. Dalam kesempatan itu, Konsul Jenderal RRT di Bali, Gou Hao Dong memberi apresiasi respon cepat pemerintah terhadap kasus ini.

Ia sudah mengetahui bahwa tersangka sudah ditangkap dan meyakini pelaku akan dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Atas kejadian itu, Konjen Gou mengaku memang mengejutkan karena masyarakat Tiongkok menganggap Bali sebagai tempat pariwisata yang aman.

Setelah adanya penolakan terhadap pariwisata murah, sudah ada kemajuan besar terhadap kualitas wisatawan Tiongkok yang datang ke Bali. Karenanya, Konjen Gou berharap ke depan agar rekrutmen karyawan pariwisata dicek riwayatnya dengan baik.

Pihaknya meminta pemandu wisata/guide diharapkan bisa dididik tentang adat atau budaya masing-masing wisatawan. Ia berharap kejadian ini bisa segera diungkap oleh kepolisian. “Saya berharap hasil penyelidikan agar diumumkan sehingga diketahui oleh masyarakat,” tandasnya.

Diketahui, seorang oknum pemandu wisata air di Tanjung Benoa melakukan pelecehan seksual terhadap seorang turis asal Tiongkok. Polisi langsung menangkap oknum tersangka pelaku pada Selasa (23/4) lalu. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru