Diusulkan, Predikat WBD Jatiluwih Diperluas Menjadi WBD Jajar Kemiri Batukaru

Kamis, 02 Mei 2019 : 12.18
Suasana diskusi tentang Sistem Subak sebagai Warisan dunia dan Permasalahannya
TABANAN - Diskusi tentang "Sistem Subak sebagai Warisan Dunia dan Permasalahannya" Serangkaian Peringatan Hari Warisan Dunia 2019 yang digelar di wantilan Pura Luhur Batukaru, Tabanan, Bali yang digelar Kamis (25/4/2019), muncul usulan agar istilah WBD tidak dipersempit menjadi WBD Jatiluwih sebab yang diberi WBD adalah “cultural Lanscape of Bali Province : The Subak System as a Manifestation of The Tri Hita Karana”.

Diusulkan juga penetapan ‘Teh Beras Merah’ sebagai Warisan Budaya bidang kuliner. Diskusi dihadiri Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya, Dr. H. Nadjamuddin Ramly, Deputi Kemenko PMK, Dinas Kebudayaan Provinsi, Kepala BPCB dan Kepala BPNB Bali Nusra dan Kadisbud Pemkab Tabanan.

Hadir juga dlam diskusi tersebut sekitar 200 orang petani dari prajuru Subak dari 20 subak yang ada di wewidangan jajar kemiri Batukaru, yang meliputi pekaseh, penyarikan dan petengen serta kelian tempek tersebut bertujuan untuk menindaklanjuti wacana yang berkembang, yakni terkait dugaan adanya halipad di kawasan WBD Jatiluwih serta membahas hasil pertemuan antara Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI.

Setelah mendengarkan pemaparan dari Kadisbud Kabupaten Tabanan tentang komitmen pemerintah terhadap WBD, kondisi terkini tentang WBD serta rencana ke depan yang akan dilakukan di kawasan WBD, maka Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya, Dr. Nadjamuddin Ramly, menyatakan bahwa masalah yang terjadi di Jatiluwih yakni mengenai halipad serta info dicabutnya status WBD, dengan ini dinyatakan Clear atau tidak dipermasalahkan lagi.

Pernyataan tersebut disampaikan kepada semua yang hadir saat itu sekaligus disaksikan juga oleh deputi Kemenko PMK.

Dr. Nadjamuddin Ramly juga menerima usulan agar istilah WBD tidak dipersempit menjadi WBD Jatiluwih saja. Sebab yang diberi label WBD adalah ‘Cultural Lanscape of Bali Province : The Subak System as a Manifestation of The Tri Hita Karana’.

“Masyarakat mengusulkan istilah yang tepat untuk menamakan WBD tersebut adalah WBD Jajar Kemiri Batukaru,” ungkapnya saat itu.

Direktur dan deputi Kemenko PMK juga menerima dan siap memproses agar kawasan WBD jajar kemiri Batukau bisa dijadikan sebagai Kawasan Strategis Nasional. Saat itu juga Dirinya mengaku siap memperjuangkan untuk dapat dikeluarkannya Keputusan Presiden (Keppres) penetapan sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN).

“Sebab apabila telah menjadi KSN, maka pusat dapat mengarahkan pembiayaan untuk pembangunan di kawasan WBD tersebut,” jelasnya.

Di akhir acara diskusi, Deputi Kemenko PMK menerima cindera mata berupa ‘Teh Beras Merah’ dari pekaseh subak Wangaya, yang nantinya agar Beras Merah tersebut dapat dibantu atau diusulkan penetapannya sebagai Warisan Budaya bidang kuliner khas Tabanan. (gus)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru