menu
search

Bali Kampanyekan 30 Juta Tapak Kaki Menuju Indonesia Sehat

Senin, 27 Mei 2019 : 01.25
Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia di Bali diperingati dengan banyak kegiatan salah satunya Lungs on The Run di kawasan Renon, Denpasar
Denpasar - Bersama empat kota besar lainnya di Tanah Air, Bali juga turut mengkampanyekan gerakan 30 juta tapak kaki atau berolahraga untuk menuju Indonesia Sehat.

Dalam menyambut Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) yang jatuh 31 Mei 2019, Bali menggelar serangkaian kegiatan seperti Lungs on The Run adalah sebuah acara lari virtual yang merupakan inisiasi dari berbagai organisasi serta komunitas.

Kegiatan didukung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini diikuti para pelari dan pejalan kaki dari seluruh Indonesia yang berupaya mengumpulkan 30 juta langkah (setara dengan menempuh masing-masing 50 km yang dimulai 1- 30 Mei 2019.

Tercatat, 600 peserta terdaftar melalui aplikasi 99 Virtual Race yang tersedia di Android dan iOS, Minggu (26/5). Diketahui, Lungs on The Run dilakukan seperti acara lari pada umumnya namun jalur yang diambil dapat dilakukan dari lokasi manapun dan berapapun kecepatannya.

Seluruh proses pendaftaran dan pelaporan pencapaian peserta dilakukan secara online melalui aplikasi sehingga kampanye ini berjalan lebih efisien serta dapat dilakukan oleh pelari profesional maupun yang masih pemula.

Sebagai bagian kegiatan Lungs on The Run, diadakan juga “Lari Sehat Bareng Lungs on The Run” di lima kota di Indonesia. Denpasar merupakan kota ke-4 yang melaksanakan kegiatan ini setelah Jakarta, Bogor, Bandung dan disusul Surabaya.

Sinergi nyata antara pemerintah dengan masyarakat dapat dilihat secara nyata dalam kegiatan ini. Dalam pelaksanaannya di tiap kota, “Lari Sehat Bareng Lungs on The Run” ini dilakukan di ruang publik seperti taman bermain anak, taman olahraga, hingga sekolah.

Pada 26 Mei 2019 ini, kegiatan “Lari Bareng Lungs on The Run” diselenggarakan di wilayah Renon, Denpasar yang merupakan area terbuka yang biasa dijadikan area berolahraga dan juga pusat pelaksanaan car free day di Denpasar.

Kegiatan ini diikuti puluhan pelari yang bersama-sama mengumpulkan langkah demi Indonesia yang lebih sehat.

Peringatan HTTS setiap 31 Mei diprakarsai oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) bertujuan untuk menarik perhatian dunia akan dampak buruk rokok terhadap kesehatan, terutama terkait dengan kesehatan paru, sesuai dengan tema global peringatan HTTS tahun ini, yaitu “Rokok dan Kesehatan Paru”.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, yang hadir pada acara Lungs on The Run di Renon, Denpasar, mengatakan, sebagai salah satu pusat pariwisata di Indonesia, tentu saja ingin menjadikan Bali layak untuk penduduk serta wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Oleh karena itu dibuatlah aturan yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari berbagai hal yang dapat merugikan.

Salah satu peraturan yang ada dan kami terapkan adalah Peraturan Daerah Provinsi Bali nomor 10 tahun 2011 yang mengatur tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang bertujuan untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat dan wisatawan di Bali.

"Tentu saja adanya peraturan ini harus sejalan dengan penegakan aturan yang tegas. Oleh karena itu, Bali terus berkomitmen untuk menegakkan peraturan tersebut dan dapat dilihat dari tingkat penerapan peraturan yang mencapai 71 persen di seluruh penjuru Bali," katanya.

Harapannya bersama masyarakat, mewujudkan kota dan kabupaten yang sehat di Bali. Penerapan aturan ini membutuhkan dukungan dari masyarakat yang implementasinya dapat ditunjukkan dengan berbagai cara.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. Luh Putu Sri Armini, mengatakan, pihaknya bersinergi dengan Pemerintah Provinsi dan masyarakat, terutama untuk menegakkan Perda No. 7 tahun 2013 yang mengatur tentang Kawasan Tanpa Rokok.

“Kami Pemerintah Kota Denpasar, sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini yang merupakan bentuk nyata dukungan bagi Pemerintah dalam menciptakan Bali yang lebih sehat untuk masyarakatnya,”jelas dia.

Disampaikan, persoalan rokok di Indonesia, merupakan salah satu masalah serius yang perlu ditanggulangi segera. Prevalensi perokok di atas umur 10 tahun di Bali berdasarkan Riskesdas sudah mencapai 23.5 persen.

Upaya mencari solusi mengurangi tingkat prevalensi perokok haruslah terus dilakukan dengan berkolaborasi antar para pemangku kepentingan termasuk mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam mengubah perspektif orang tentang kebiasaan merokok.

Hal ini sangat penting untuk dilakukan mengingat Bali merupakan salah satu pusat pariwisata di Indonesia.

Ketua Central Udayana Made Kerta Duana dan Kadis Kesehatan Provinsi Bali I Ketut Suarjaya (kanan) dalam aksi 30 juta tapak kaki menuju Indonesia Sehat
Ketua Center of Excellence for Tobacco Control and Lung Health (atau Central Udayana I Made Kerta Duana mendukung Peraturan Daerah yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Bali serta Pemerintah Kota dan Kabupaten di seluruh Bali.

Kami bersama-sama pemerintah berusaha untuk mengawal implementasinya. Mulai dari larangan merokok, penerapan KTR hingga larangan display rokok pada gerai retail untuk menjadikan Bali lebih sehat.

Termasuk keterlibatan Udayana Central dalam Lungs on The Run sebagai bentuk nyata dukungan kami dalam menciptakan Bali yang lebih sehat.

"Kami berharap ke depannya tingkat kepatuhan peraturan terkait rokok di Bali dapat semakin meningkat, bahkan hingga 100% dan dapat menurunkan tingkat prevalensi perokok di Bali," imbuhnya.

Nadia Rosiana Sunendra, sebagai perwakilan dari Indo Runner Denpasar menambahkan, sebagai komunitas para penggemar lari turut mengambil bagian dalam inisiatif Lungs on The Run di Denpasar sebagai sebuah kolaborasi untuk hidup lebih sehat.

Kegiatan ini dilakukan bersama dengan Pemerintah serta masyarakat umum untuk melindungi dan bersama-sama menjadikan Bali lebih sehat.

“Dengan berlari, kami harap dapat menjadi kebiasaan sehat dan sekaligus terus mengurangi jumlah perokok aktif sehingga dapat menjadikan wilayah Bali pada umumnya dan Denpasar pada khususnya semakin sehat,” imbuhnya.

Pendaftaran Lungs on The Run dibuka sejak tanggal 1 Mei 2019 untuk 500 peserta. Akibat animo yang cukup besar, jumlah kuota peserta ditambahkan sebanyak 100 pada awal minggu kedua pendaftaran dan langsung habis dalam waktu satu minggu.

Kegiatan Lungs on The Run dapat dipantau melalui tagar #LungsOnTheRun serta melalui tagar #SuaraTanpaRokok di Facebook, Instagram dan Twitter. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua