menu
search

Wujudkan Kompetensi Industri Event, IVENDO Bali Sambut Sertifikasi MICE

Senin, 15 April 2019 : 07.46
Sosialisasi dan pembekalan MICE digelar DPD IVENDO Bali di Denpasar/ist
Denpasar – Industri Event Indonesia (IVENDO) Bali terus mempersiapkan anggotanya untuk memiliki sertifikasi MICE sebagai prasyarat penting yang dimiliki dalam kompetensi kerja di bidang industri event.

Usai dilantik 22 November 2018 lalu sekaligus mengadakan kegiatan pertamanya berupa kuliah umum di STP Nusa Dua Bali.

DPD IVENDO (Industri Event Indonesia) Bali kembali mengadakan kegiatan berupa sosialisasi kepada calon anggota serta pembekalan/bimbingan teknis sertifikasi MICE yang pertama kali diadakan di Bali di tahun 2019 ini di Golden Tulip Hotel Denpasar, Minggu (14/4/2019).

Sosialisasi dan pembekalan sertifikasi MICE ini diikuti oleh 31 peserta terdiri dari 14 badan usaha PCO (professional Conference Organizer) /EO (event prganizer) dan peserta perseorangan pekerja event.

Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan IVENDO Rohadi memberikan pembekalan untuk mempersiapkan para peserta yang mayoritas anggota IVENDO Bali dalam menghadapi pelaksanaan sertifikasi MICE.

Sertifikasi diselenggarakan Kemenpar bersama LSP MICE bekerjasama dengan DPD IVENDO Bali, Senin 15 April 2019. “Semoga kegiatan ini bisa memberikan solusi sekaligus angin segar bagi EO, PCO, dosen, mahasiswa dan prodi yang memiliki bidang MICE serta event," harapnya.

Selama ini beberapa sempat mengeluhkan minimnya informasi tentang sertifikasi sekaligus kesempatan sertifikasi di Bali.

"Yang kami dengar selama ini, sejumlah perusahaan terpaksa mengikuti sertifikasi di daerah lain atau mengikuti sertifikasi mandiri,” ujar Grace Jeanie Ketua DPD IVENDO Bali dalam keterangannya.

Ketidaktahuan tentang perlunya sertifikasi ini ternyata juga dialami banyak EO dan pekerja event termasuk mahasiswa yang kerap menjadi tenaga freelance event.

Bagi mereka, sertifikasi MICE hanya berguna saat tender pemerintahan melalui LPSE saja. Karena saat ini memang belum semua perusahaan mensyaratkan tenaga kerja bersertifikasi untuk menangani acara mereka.

Kedepan kata Rohadi, pemerintah akan memberlakukan dengan tegas baik perusahaan swasta, BUMN maupun pemerintahan mensyaratkan tenaga kerja di industry event dan MICE sebagai pelaksana dan penyelenggara acara wajib bersertifikat BNSP.

Berdasarkan Undang-undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang mensyaratkan setiap tenaga kerja Indonesia mampu memenuhi standar kompetensi kerja dan memiliki sertifikasi untuk bidang pekerjaan yang dimiliki.

Di saat yang sama pemerintah juga bermaksud menyiapkan tenaga kerja Indonesia untuk memperoleh pendidikan dengan basis kompetensi dengan mengeluarkan

Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dimana pada pasal 61 disebutkan bahwa peserta didik yang lulus harus memiliki sertifikat berbentuk ijazah dan sertifikat kompetensi.

Implikasi dari kedua Undang-undang tersebut di atas adalah, baik sumber daya manusia yang telah ada di industri maupun yang masih ada di lembaga pendidikan harus diarahkan untuk mampu memenuhi standar kompetensi dan memiliki sertifikasi kompetensi di bidang profesinya.

Terlepas kebutuhan tender dan lainnya, penting untuk memiliki sertifikasi agar event yang terlaksana di dukung oleh personel yang mumpuni dan terjamin keahliannya.

"Jadi begitu LSP MICE akan mengadakan sertifikas, DPD IVENDO Bali menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan ini. Apalagi kami (DPD IVENDO Bali) sebelumnya memang sudah berencana akan mengadakan sosialisasi mengenai IVENDO serta pentingnya sertifikasi,” ujar Jeanie.

Sayangnya, karena waktu yang cukup pendek untuk distribusi informasi dan sosialisasi peyelenggaraan sertifikasi maka jumlah peserta belum maksimal.

Jeanie berharap, ke depan akan ada sertifikasi secara berkala dengan waktu yang cukup untuk penyampaian informasi. Harapannya, adanya sertifikasi ini, penyelenggara even di Bali ke depan memiliki kualifikasi kompetensi yang standar.

"Kami berharap kehadiran DPD IVENDO Bali bisa bermanfaat bagi Bali dan bisa bersinergi dengan asosiasi lainnya yang sudah terlebih dahulu ada,” tutup Jenie. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua