Tingkatkan Kompetensi Personel Aviation Security, Bandara Ngurah Rai Gandeng Australia

Kamis, 25 April 2019 : 08.56
Badung – Dalam meningkatkan kompetensi personel aviation security PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai menggandeng pemerintah Australia.

Mengingat potensi risiko ancaman terhadap keamanan di bandar udara dapat datang dari berbagai pihak sehingga perlu menuntut kewaspadaan tinggi.

Kewaspadaan dari ancaman yang berasal dari luar saja, personel bandar dapat berpotensi pula menjadi salah satu sumber ancaman keamanan yang dapat berpotensi mengganggu kelancaran operasional bandar udara dan operasional penerbangan.

Dalam kerangka itulah, PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali yang merupakan salah satu bandar udara paling sibuk dengan jumlah penumpang pada tahun lalu sebanyak 23,7 juta penumpang, terus mengasah kemampuan personelnya.

Upaya terus dilakukan dalam meningkatkan kompetensi dari para personel, termasuk di dalamnya personel Aviation Security yang bertanggung jawab terhadap keamanan bandar udara dan keamanan penerbangan.

Manajemen bandar udara mengadakan pelatihan bertajuk Mitigating The Risk of Trusted Insider, sebagai bentuk peningkatan kompetensi, Rabu (24/4/2019),

Pelatihan ini merupakan wujud implementasi kerja sama antara PT Angkasa Pura I (Persero) dengan Pemerintah Australia dan Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil Kementerian Perhubungan.

“Pada masa sekarang, pergeseran ancaman keamanan sudah mulai berubah. Pemanfaatan orang dalam sebagai pelaku tindakan melawan hukum sudah mulai menjadi trend baru,” ujar General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, Haruman Sulaksono dalam sambutannya.

Selain peningkatan keamanan terhadap petugas bandar udara sangat menjadi perhatian khusus selain pemeriksaan kepada penumpang. Tujuan utama diselenggarakannya kegiatan pelatihan ini adalah untuk mencegah terjadinya ancaman yang dilakukan oleh personel yang bekerja di dalam bandar udara.

Dalam pelatihan, personel Aviation Security diberikan pelatihan mengenai bagaimana mengidentifikasi pergerakan karyawan yang bekerja di bandar udara jika karyawan tersebut dicurigai akan melakukan tindakan melawan hukum.

Profiling merupakan salah satu kemampuan yang wajib dimiliki oleh setiap personel Aviation Security.

Berbekal kemampuan ini, seorang personel keamanan bandar udara dapat mendeteksi gerak gerik seseorang, baik itu calon penumpang pesawat udara, pengguna jasa bandar udara, maupun karyawan yang bekerja di dalam bandar udara.

Karyawan yang bekerja di bandar udara dapat dikatakan memiliki potensi yang lebih tinggi daripada pihak eksternal, karena faktor pengenalan medan yang lebih tinggi.

Dengan peningkatan kompetensi profiling inilah, personel Aviation Security akan semakin dapat menjalankan tugasnya dalam pengawasan dan pemeriksaan terhadap seluruh karyawan yang bekerja di dalam bandar udara.

Selain itu, pelatihan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan keamanan terhadap orang perseorangan yang akan memasuki daerah keamanan di bandar udara tanpa terkecuali.

Pada bulan Maret lalu, juga merupakan implementasi kerja sama dengan Pemerintah Australia, dilaksanakan pelatihan Explosive Trace Detection yang ditujukan untuk dapat mengidentifikasi dan menangkal ancaman keamanan bandar udara dan penerbangan dalam bentuk bahan peledak. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru