Terobos Larangan BPBD, Wisman Nekat Mendaki Gunung Agung

Sabtu, 13 April 2019 : 12.08
Warga Negara Asing (WNA) yang belum diketahui identitasnya dilaporkan melakukan pendakian ke Gunung Agung, Sabtu (13/4/2019)
Karangasem - Meski sudah terpasang larangan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali dan Kabupaten Karangasem masih ada aja wisatawan asing yang nekat mendaki Gunung Agung.

"Sampai pagi ini, ada WNA yang belum kembali, mungkin tersesat," ujar Ketua Pasebaya Agung, I Gede Pawana dalam keterangan resminya, Sabtu (13/4/2019). Pihaknya, terus melakukan komunikasi dengan Relawan atau Pasebaya di Karangasem.

Pawana menegaskan, BPBD sudah melakukan upaya dan edukasi kepada masyarakat termasuk turis asing, antara lain dengan pemasangan rambu larangan atau lebih tepatnya himbauan agar tidak ada yang mendaki Gunung Agung.

Mengingat pada radius 4 km masih sangat berbahaya sesuai warning dari PVMBG Kementerian ESDM. Saat ini sedang dilakukan pelacakan terhadap kendaraan motor yang dikendarai turis tersebut.

Relawan telah menemukan ientitas pemilik kendaraan atas bantuan tim IT dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Harapannya, dengan mengetahui identitas pemilik kendaraan akan bisa ditelusuri identitas WNA tersebut.

Tim lapangan akan berupaya mencari keberadaannya dan terus melakukan komunikasi dengan Sekretaris Pasebaya Agung Wayan Suara Arsana. Warga Negara Asing (WNA) yang belum diketahui identitasnya dilaporkan melakukan pendakian ke Gunung Agung, Sabtu (13/4/2019) dini hari tadi.

Relawan telah menemukan ientitas pemilik kendaraan atas bantuan tim IT dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)
Relawan Pasebaya Agung I Nengah Kerta, melalui radio pancar ulang Posko Induk Pasebaya Agung, melaporkan, WNA yang belum diketahui identitasnya itu, melakukan pendakian sejak pukul 03.00 dini hari tadi.

“Dari pemantauan kita ada tiga sinar keluar dekat kawah. Tetangga saya bilang para pendaki itu sudah mendekati puncak kawah sejak pukul 03.00 Wita,” terang Nengah Kerta.

Dalam laporannya, Nengah Kerta menyebutkan turis asing sempat mendekati puncak kawah, namun karena Gunung Agung mengalami beberapa kali letupan dini hari tadi membuat, turis itu turun menjauhi puncak kawah.

“Dari arah cahaya yang kita lihat sepertinya WNA itu kebingungan dan tersesat mencari jalan turun,” jelasnya.

Pawana menyayangkan ulah WNA yang terus melakukan pendakian ke puncak Gunung Agung. Padahal, peringatan terhadap pendakian sudah sering dilakukan. Bahkan pihak BNPB dalam sehari empat kali mengeluarkan peringatan, melalui media sosial.

Diperkirakan bule nekat itu, mendakwahkan melalui jalur pura Pasar Agung Sebudi, Selat, Karangasem. “Sebelum melakukan pendakian ada relawan kita yang melihat ada dua orang WNA laki-laki berjalan-jalan di seputaran Pura Pasar Agung,” tegas Pawana. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru