Temui Nelayan Muncar, Menteri Susi Larang Penggunaan Jaring Insang

Jumat, 05 April 2019 : 21.17
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti dalam lawatan kerja di Banyuwangi didampingi Bupati Abdullah Azwar Anas, mengunjungi Pasar Ikan Brak Kalimoro, Muncar.
Banyuwangi - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti meminta para nelayan di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur tidak menggunakan jaring insang (gillnet) dengan ukuran mata jaring yang terlalu kecil karena akan mematikan ikan-ikan kecil.

Dalam lawatan kerja di Banyuwangi, Kamis (4/3), Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, didampingi Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengunjungi Pasar Ikan Brak Kalimoro, Muncar.

Para nelayan dan pedagang setempat, menyambut hangat saat Susi berkeliling meninjau kondisi pasar. Menurutnya, ikan di Muncar sekarang sudah segar-segar. Di tengah perjalanannya berkeliling, ia menemukan sebuah lapak dagang yang menjual ikan kerapu yang masih kecil.

Melihat itu, Susi langsung meminta para nelayan tidak menangkap ikan yang masih kecil agar nilai jualnya pun lebih tinggi sehingga dapat membantu perekonomian para nelayan.

“Ini kenapa diambil? Ini ikan mahal. Kalo diambil yang besar, harganya bisa Rp70 ribu, Bu. Jangan ambil yang kecil,” ujarnya pada pedagang tersebut.

Susi mengingatkan agar para nelayan dan pengusaha perikanan setempat tidak menggunakan jaring insang (gillnet) dengan ukuran mata jaring yang terlalu kecil. Hal itu perlu dilakukan agar ikan-ikan yang masih kecil tidak ikut terjaring dan memiliki waktu untuk berkembang biak.

“Dulu gillne itu ukurannya 4 inch. Sekarang bisa sampai 1,5 inch. Lama-lama pake kelambu nyamuk saja. Kalau gillnet yang di bawah 4 inch di sini hilang semua, setengah tahun saja produksinya (bisa meningkat) 2 kali lipat,” katanya mengingatkan.

Penggunaan gillnet dengan ukuran mata jaring yang tepat akan mendukung ketersediaan ikan yang berkelanjutan, yang secara impilikatif akan turut meningkatkan produksi penjualan para nelayan.

Untuk mendukung tujuan tersebut, ia juga mengusulkan agar para nelayan di Banyuwangi menetapkan hari libur menangkap ikan untuk memberikan waktu ikan-ikan berkembang biak.

“Kasih laut sehari istirahat. Men iwak iso pacaran, iso kawin, iso manak (biar ikan bisa pacaran, bisa kawin, bisa beranak). Jadi kalo anda merawat, mengatur itu pasti tangkapan ikannya tambah banyak,” tuturnya memancing tawa nelayan. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru