menu
search

Sri Wigunawati: Tutup Peluang Ajang Judi, Perbanyak Turnamen Ceki

Selasa, 09 April 2019 : 19.49
Calon anggota DPD RI DAP Sri Wigunawati dan istri Gubernur Bali Putri Koster dalam sebuah kesempatan saat bersama warga
Denpasar - Guna menekan peluang permainan ceki dijadikan ajang judi maka hendaknya pemerintah atau masyarakat memperbanyak turnamen ceki. Bagi masyarakat Bali, permainan kartu ceki sudah tidak asing lagi. Apalagi, ceki telah menjadi tradisi yang digemari anak muda hingga orang tua.

Hanya saja, tradisi ini tak jarang disalahgunakan untuk ajang berjudi oleh pihak - pihak tertentu. Padahal, sejatinya, ceki memiliki keunikan dan merupakan salah satu olahraga rekreasi.

Dalam pandangan calon anggota DPD RI Perwakilan Bali Dewa Ayu Putu Sri Wigunawati, salah satu cara untuk menepis kesan negatif itu adalah dengan memperbanyak turnamen ceki di Bali.

Menurutnya, dengan semakin banyak turnamen digelar, maka Ceki ke depan akan murni sebagai olahraga rekreasi yang harus terus dipertahankan.

"Ceki itu kalau dibuat dalam bentuk turnamen atau lomba, maka potensi judi akan bisa dikurangi, akan bisa terpantau," kata Sri Wigunawati di sela-sela Turnamen Ceki yang dilaksanakan Sekehe Teruna Banjar Cagaan, Pejeng Kangin, Gianyar, baru-baru ini,

Untuk itu, jika ingin menghilangkan kesan ceki identik judi, maka harus perbanyak turnamen.

Pihaknya menyambut positif kegiatan yang dilakukan Sekehe Teruna Banjar Cagaan ini, karena menyediakan ruang bagi mereka yang gemar dengan olahraga rekreasi Ceki. Apalagi pesertanya mencapai 500 orang.

Disebutkan, ada Turnamen Ceki yang rutin dilaksanakan oleh Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Daerah Bali.

Itu akan lebih bagus jika lebih banyak lagi turnamen, seperti yang dilaksanakan oleh Sekehe Teruna Banjar Cagaan," ucap calon Senator nomor urut 25 yang populer dengan tagline "Salam Slae" ini.

Tidak hanya ajang rekreasi dan merawat tradisi, kata Sri Wigunawati, turnamen ceki secara rutin tentu akan memperkuat keakraban warga.

"Turnamen digelar juga sebagai ajang menjalin keakraban warga antar banjar maupun antar desa," tutur aktivis perempuan yang bisa akan lolos sebagai senator dari Bali periode 2019-2024. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua