menu
search

Situs dan Ritus Tatanan Peradaban Bali Tua Dipamerkan

Kamis, 25 April 2019 : 00.30
Denpasar - Pameran mengangkat tema “Situs dan Ritus Tatanan Peradaban Bali Tua” dibuka di Denpasar Art Space (DAS), Jl. Surapati No. 7, Denpasar, Kamis (25/4) dan berlangsung hingga 9 Mei mendatang.

Kegiatan digelar sebagai bentuk pelestarian dan pengembangan situs dan ritus sejarah di Bali, khususnya Kota Denpasar, untuk pertama kali.

Dalam pameran menampilkan fotography, videography, drawing, dan lukisan tentang situs dan ritus di Bali digelar oleh Yayasan Bakti Pertiwi Jati (BPJ) bekerjasama Pemkot Denpasar serta steakholder lainya.

Ketua BPJ, I Made Bakti Wiyasa, menjelaskan, kegiatan pameran ini bersinergi dengan Pemerintah Kota Denpasar khususnya Dinas Pariwisata Kota Denpasar serta beragam steakholer sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dan terbuka untuk umum.

"Kegiatan ini merupakan upaya untuk ngentenin (membangkitkan kesadaran) untuk mencintai heritage di Bali khsusnya Kota Denpasar, salah satunya dengan event pameran ini, dan membuat kelas-kelas budaya pada situs-situs kuno," ujarnya, Rabu (24/4/2019).

Plaksanaannya selaras dengan UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Keberadaan situs dan ritus merupakan bagian dari objek pemajuan kebudayaan.

Keberadaan situs budaya harus dilestarikan, dan pemerintah memang memiliki kewajiban untuk melindunginya. BPJ sendiri telah terjun secara acak di situs-situs kuno yang ada di wilayah Tabanan, Badung, Buleleng, Denpasar, dan Klungkung.

Beberapa situs yang telah dilakukan kajian sebagai materi pameran di antaranya situs Pura Desa Peguyangan dan Pura Puseh Peguyangan, Pura Dalem Pemanis Penatih, Pura Dalem Tambawu, Dalem Tungkub Khayangan Sakti Kesiman, Pura Pengerebongan, Merajan Agung Puri Kesiman, dan lainnya.

Secara keseluruhan semua item karya dalam pameran “Situs dan Ritus Peradaban Bali Tua” merepresentasikan rekaman peradaban tua secara detail sebagai varian-varian keindahan simbolik berupa foto, film dokumenter, drawing, lukisan yang mewujudkan masing-masing dari tatanan peradaban Tri Maha Lingga Bali (Mahaagung, Mahaawidya, Maharata).

Secara rinci jumlah karya yang dipamerkan terdiri atas sebuah film dokumenter ritus serta 113 foto situs dan ritus yang fotonya diambil sendiri oleh para fotografer BPJ. Kemudian ada 7 lukisan dan 4 karya drawing oleh Bakti Wiyasa.

Selain itu, ada 8 karya dari fotografer lainnya yakni Bayu Pramana (3 foto), Rudi Waisnawa (3 foto), dan Naya Suanta (2 foto). "Semoga pameran BPJ ini mampu menginspirasi Bapak Gubernur Bali untuk segera menghentikan praktik pembongkaran-pembongkaran pura kuno, situs tua di Bali,” harap Bakti Wiyasa.

Kadis Pariwisata Kota Denpasar, MA Dezire Mulyani mengharapkan, ajang ini dapat menjadi wahana pelestarian dan pengembangan, keberadaannya dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.

Kata dia, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kebudayaan dengan sistem inventarisasi dan restorasi, semoga kedepan kegiatan ini dapat terus dilaksanakan sebagai upaya pelestarian dan pengembangan potensi wisata baru. (des)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua