Selama 4,5 Tahun Memimpin KKP, Menteri Susi Tenggelamkan 488 Kapal

Rabu, 10 April 2019 : 22.28
Menteri Susi saat menjadi pembicara bersama dengan para tokoh pertahanan Indonesia
Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengungkapkan selama 4,5 tahun memimpin Kementerian KKP telah menenggelamkan 488 kapal asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia.

Susi menyampaikan hal.itu saat menjadi salah satu pembicara dalam talkshow bertajuk “Semangat Memperkuat Budaya untuk Bela Negara Generasi Milenial” di Universitas Sahid Jakarta pada Selasa (9/4/2019).

Di hadapan ratusan siswa SMA/SMK/MA yang hadir, Menteri Susi menjadi pembicara bersama dengan para tokoh pertahanan Indonesia lainnya, antara lain KASAL 2014-2018, Laksamana TNI Purn Ade Supandi; Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal Pol. Suhardi Alius; dan Kepala Pelaksana Harian Satgas 115 yang juga sebagai Ketua Keluarga Alumni Lemhanas Program Pendidikan Singkat Angkatan XVII, Laksdya TNI (Purn) Widodo.

Dalam kesempatan itu, Menteri Susi menceritakan pengalamannya dalam menjaga laut Indonesia melalui pemberantasan illegal fishing selama 4,5 tahun terakhir.

Dalam masa tugasnya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, baru-baru ini telah menyelidiki kurang lebih 300 kapal illegal atas nama perusahaan Indonesia yang ternyata milik orang asing.

“Banyak reformasi yang dilakukan. Reforming dan restructuring dalam kemaritiman, terutama dalam bidang kelautan dan perikanan di kementerian yang saya pimpin. Akhirnya 4,5 tahun kemudian, 488 kapal berhasil kita tenggelamkan,” ujarnya.

Sejumlah upaya lain juga terus dilakukan, antara lain dengan memasukan perikanan tangkap dalam daftar negatif investasi asing.

Kapal asing, perusahaan asing, nelayan asing tidak boleh lagi menangkap ikan di Indonesia, semua itu bisa dilakukan sehingga pulau Natuna yang terletak di wilayah terluar dan terus diperebutkan oleh negara-negara Asia dapat dipertahankan kedaulatannya oleh Indonesia.

Ia mengatakan, KKP juga membangun Sentra Kelautan dan Perikanan Tangkap (SKPT) di pulau-pulau terluar Indonesia. Selain untuk menghidupkan ekonomi perbatasan dan mengangkat potensi ekonominya yang sangat bagus, SKPT juga dibangun untuk tujuan jangka panjang pertahanan negara.

”SKPT akan mendatangkan nelayan-nelayan dari Jawa ke pulau-pulau perbatasan untuk menambah penduduk sehingga dapat menjadi komponen cadangan untuk pertahanan negara. Selain itu, ekonomi setempat menjadi lebih berkembang,” ujarnya. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru