menu
search

Sambut Ramadan, Kemendag Pantau Harga dan Stok Sembako di Bali

Kamis, 25 April 2019 : 09.41
Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Perdagangan Jasa Lasminingsih
Denpasar - Menjelang datangnya ibadah puasa di bulan suci Ramadan 1440 H Kementerian Perdagangan intensif melakukan pemantauan sejumlah komoditas pokok guna memastikan harga tetap stabil dan ketersediaan barang di Tanah Air.

Dalam pemantauan Kemendag di Bali yang diwakili Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Perdagangan Jasa Lasminingsih, mengunjungi sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Badung dan Pasar Agung Peninjoan, Denpasar, Kamis (25/4/2019).

Lasminingsih mendatangi kios-kios pasar dan berdialog dengan para pedagang saat pasar tengah ramai oleh pembeli. Di Pasar Agung Peninjoan misalnya, sejumlah pedagang menyampaikan kondisi barang dan harga seperti bawang merah, bawang putih hingga ayam potong.

Seorang pedagang bumbu mengaku harga bawang putih naik tajam dari yang ditetapkan sebesar Rp20 ribu perkilogram menjadi Rp40 Ribu. Sedangkan harga ayam potong kini dalam kisaran Rp 38 ribu perkilogram, relatif stabil sejak beberapa pekan terakhir.

Soal naiknya harga bawang putih kata Lasminingsih, hal itu dipengaruhi oleh berkurangnya pasokan. Pasalnya, pasokan bawang putih selama ini banyak disuplai dari Pulau Jawa seperti Brebes dan Jawa Timur.

"Musim panen bawang merah dan putih diperkirakan akhir April ini, sehingga pasokan akan kembali normal," sambungnya. Guna memenuhi kebutuhan bawang putih, lanjut Lasminingsih, pemerintah telah mengizinkan tujuh importir untuk mendatangkan komoditas penting tersebut.

Untuk pengawasan harga agar tetap stabil, pihaknya menyerahkan kepada para importir untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam melakukan operasi pasar.

Dia menepis indikasi adanya ulah spekulan dibalik, tingginya harga bawang putih lantaran yang terjadi saat ini, karena minimnya stok. Spekulan itu berulah atau ada, jika barang melimpah sehingga bisa mempermainkan harga.

Disebutkan, dengan impor bawang putih sebesar 405 ton tersebut segera bisa didistribusikan ke 11 wilayah yang menjadi prioritas. "Kami melakukan pemantauan pasar ke sejumlah daerah, untuk memastikan harga komoditas pokok stabil dan menjamin ketersediaan di pasar," tegasnya. (rhm)

Rekomendasi

Berita Terbaru

Lihat Semua