Presiden Jokowi Setujui Penguatan Desa Adat di Bali

Selasa, 23 April 2019 : 16.27
Presiden Joko Widodo didampingi sejumlah meneteri kabinet Kerja saat menyatakan dukungannya terhadap upaya Pemerintah Provinsi Bali dalam rangka penguatan lembaga desa adat
Jakarta - Presiden Joko Widodo menyatakan dukungannya terhadap upaya Pemerintah Provinsi Bali dalam rangka penguatan lembaga desa adat. Dukungan itu disampaikan Kepala Negara saat menerima kedatangan Gubernur Bali Wayan Koster dan rombongan di Istana Merdeka Jakarta, Senin (22/4/2019).

Dalam kesempatan itu, Jokowi didampingi sejumlah meneteri kabinet Kerja, antara lain Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri PUPR Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil, serta Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana.

Sedangkan Gubernur Bali hadir bersama Bupati Gianyar Made Agus Mahayastra, Bupati Tabanan Eka Wiryastuti, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, dan Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri.

Para bupati lainnya yang tidak bisa hadir karena undangan dari kepresidenan yang sangat mendadak, sehingga kesulitan mendapatkan tiket.

Kepala Negara mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Bali, Bupati se-Bali, Polda Bali dan Kodam IX/Udayana serta masyarakat Pulau Dewata yang telah mampu mewujudkan Pemilu Serentak 17 April 2019 dengan lancar, nyaman, aman, damai dan sukses.

Mengawali paparannya, Gubernur Koster mengucapkan terima kasih kepada Presiden yang telah mengundang gubernur dan bupati/wali kota se-Bali ke Istana Merdeka Jakarta, namun tidak semua bupati bisa hadir karena undangannya sangat mendadak.

Dalam kesempatan itu, Koster melaporkan hasil perhitungan suara secara riil di Provinsi Bali berdasarkan C-1 yang datanya sudah masuk sebanyak 90%, di mana perolehan suara pasangan Jokowi-Maaruf Amin mencapai 92%.

Selanjutnya Koster menyampaikan sejumlah program prioritas pembangunan Bali, antara lain penguatan adat istiadat, tradisi, seni dan budaya melalui skema dana perimbangan dalam bentuk dana alokasi umum.

"Kemudian, ada dana dekonsentrasi, tugas pembantuan, atau skema lain, yang nantinya akan dialokasikan kepada desa adat dan komunitas budaya yang ada di Bali," tutur Koster.

Setelah mendengar paparan Koster, Kepala Negara mengucapkan terima kasih karena Bali telah mampu memberi kontribusi suara dengan persentase tertinggi di Indonesia untuk pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Selanjutnya, Jokowi meminta kepada Gubernur Koster menyampaikan program-program pembangunan Bali yang memerlukan pendanaan dari APBN.

Menanggapi paparan Gubernur Koster, Presiden Jokowi langsung merespon dan menyetujui program penguatan adat istiadat, tradisi, seni dan budaya untuk desa adat, dengan langsung memerintahkan Menteri Keuangan untuk merumuskan kebijakan anggaran tersebut. (rhm)
Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi

Berita Terbaru